Maraknya Penipuan Berkedok Investasi Fintech, Aftech Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data Pribadi

Kompas.com - 15/07/2021, 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya penipuan berkedok penawaran investasi di tengah masyarakat melalui grup pesan singkat telah memakan banyak korban.

Namun, hal serupa tetap saja terus terjadi.

Tidak jarang, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut menduplikasi dan mencatut atau mengatasnamakan penyelenggara fintech berizin untuk mengelabui masyarakat.

Baca juga: Waspada Penipuan Investasi Mengatasnamakan KPEI

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) menyatakan prihatin dan berinisiatif untuk memulai Kampanye Anti Fintech Palsu.

Ketua Umum Aftech Pandu Sjahrir meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati atas berbagai bentuk penawaran dari akun-akun palsu yang melakukan pencatutan nama dan logo penyelenggara fintech resmi.

"Selalu menjaga kerahasiaan username, password, secure PIN, dan data pribadi penting lainnya, dan tidak memberikan data-data personal ini kepada siapa pun. Tidak mentransfer sejumlah uang ke oknum-oknum penipu dengan akun aplikasi pesan instan dan media sosial palsu yang mengatasnamakan penyelenggara fintech resmi," ujar Pandu secara virtual, Kamis (15/7/2021).

Pandu menambahkan, masyarakat dapat mengunjungi portal CekRekening.id yang diinisiasi oleh Kementerian Kominfo di tahun 2017.

Ini membantu masyarakat mendapatkan informasi rekening bank yang diduga terindikasi tindak pidana. Selalu cek penawaran yang diterima telah memenuhi prinsip legal dan logis.

Baca juga: Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

"Hanya memilih perusahaan dan produk yang telah terdaftar dan berizin dengan memeriksa di website resmi regulator," kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Aftech juga menghadirkan situs CekFintech.id yang menyediakan edukasi untuk masyarakat tentang praktik pencatutan nama dan logo penyelenggara fintech resmi di aplikasi pesan instan dan media sosial oleh pihak yang tidak mempunyai atau menyalahgunakan izin, serta informasi perusahaan dan produk anggota.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suku Bunga Acuan BI Terus Naik, LPS: Perbankan Merespons Secara Bertahap

Suku Bunga Acuan BI Terus Naik, LPS: Perbankan Merespons Secara Bertahap

Whats New
Buwas Sebut Ada Pelaku Usaha yang Memainkan Harga Beras

Buwas Sebut Ada Pelaku Usaha yang Memainkan Harga Beras

Whats New
Bulog Hanya Bisa Serap Beras Komersial 166.000 Ton

Bulog Hanya Bisa Serap Beras Komersial 166.000 Ton

Whats New
Sayurbox Pastikan Karyawan yang Terkena PHK Masih Dapat Pesangon

Sayurbox Pastikan Karyawan yang Terkena PHK Masih Dapat Pesangon

Whats New
Semakin Berkurang, Cadangan Beras Pemerintah di Bulog Sisa 295.337 Ton

Semakin Berkurang, Cadangan Beras Pemerintah di Bulog Sisa 295.337 Ton

Whats New
Ancaman Resesi 2023, Bos LPS Yakin Tidak Ada Bank Besar yang Jatuh

Ancaman Resesi 2023, Bos LPS Yakin Tidak Ada Bank Besar yang Jatuh

Whats New
Sri Mulyani: Menjelaskan APBN Pakai Angka, Orang Biasanya Tidak Nyambung

Sri Mulyani: Menjelaskan APBN Pakai Angka, Orang Biasanya Tidak Nyambung

Whats New
Mayoritas Karyawan GOTO Belum Eksekusi Opsi Saham ESOP

Mayoritas Karyawan GOTO Belum Eksekusi Opsi Saham ESOP

Whats New
Ini Profil 4 BUMN yang Bakal Melantai di Bursa Tahun Depan

Ini Profil 4 BUMN yang Bakal Melantai di Bursa Tahun Depan

Whats New
Babak Baru Polemik Perbedaan Data Stok Beras Kementan Vs Bulog

Babak Baru Polemik Perbedaan Data Stok Beras Kementan Vs Bulog

Whats New
Soal Titipan Jadi ASN, Menteri PANRB: Secara Sistem Sudah Terkunci, Seleksinya Terbuka

Soal Titipan Jadi ASN, Menteri PANRB: Secara Sistem Sudah Terkunci, Seleksinya Terbuka

Whats New
Asuransi Ini Bisa Tanggung Biaya Pengobatan Tradisional China

Asuransi Ini Bisa Tanggung Biaya Pengobatan Tradisional China

Whats New
Jelang Libur Nataru, Kemenhub Ungkap Persiapan Transportasi Laut

Jelang Libur Nataru, Kemenhub Ungkap Persiapan Transportasi Laut

Whats New
Soal Aturan Baru Harga Rumah Subsidi, Sri Mulyani: Sedang Diatur, Alokasi Anggaran Sudah Ada

Soal Aturan Baru Harga Rumah Subsidi, Sri Mulyani: Sedang Diatur, Alokasi Anggaran Sudah Ada

Whats New
Jumlah Penumpang Pesawat Diprediksi Naik 52,7 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Jumlah Penumpang Pesawat Diprediksi Naik 52,7 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.