Survei LSI: Masyarakat Ingin Prioritas Ekonomi Lebih Tinggi Dibanding Kesehatan

Kompas.com - 18/07/2021, 20:05 WIB
Petugas memasang stiker himbauan menutup tempat usaha non esensial saat razia di Jalan Doho, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (16/7/2021). Razia di pusat pertokoan tersebut guna memastikan penerapan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berjalan dengan baik guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc. ANTARA FOTO/Prasetia FauzaniPetugas memasang stiker himbauan menutup tempat usaha non esensial saat razia di Jalan Doho, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (16/7/2021). Razia di pusat pertokoan tersebut guna memastikan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berjalan dengan baik guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) memaparkan hasil survei terkait prioritas masyarakat antara ekonomi dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Hasilnya, cukup berimbang, namun di bulan Juni 2021 masyarakat lebih memprioritaskan masalah perekonomian dibandingkan kesehatan.

Dalam survei tersebut, LSI menggunakan indikator pertanyaan "sekarang ini, menurut Ibu/Bapak sebaiknya lebih memprioritaskan pada masalah kesehatan atau ekonomi?".

"Jumlah responden yang menilai sebaiknya pemerintah memprioritaskan masalah ekonomi atau kesehatan dalam pandemi cukup berimbang," ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam siaran persnya, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Survei: 77,1 Persen Keluarga Miskin Tak Kurangi Konsumsi Rokok Selama Pandemi

Djayadi menerangkan pada periode survei Juni 2021, jumlah responden yang ingin pemerintah prioritaskan masalah ekonomi lebih besar (50,7 persen) dibanding yang ingin masalah kesehatan diprioritaskan hanya 46,2 persen.

Di periode survei sebelumnya September 2020, jumlah yang ingin masalah kesehatan diprioritaskan lebih besar (60,5 persen) dibanding yang ingin masalah ekonomi diprioritaskan (36 persen)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, berdasarkan hasil rekap survei LSI, mayoritas responden menganggap Covid-19 sama-sama mengancam terhadap kesehatan (92 persen) dan ekonomi masyarakat Indonesia (95,8 persen).

"Jumlah responden yang menilai covid-19 mengancam ekonomi lebih besar," ucap dia.

Baca juga: Bangun Food Estate Hortikultura di Jawa, Kementan Survei 2 Daerah Ini

Sedangkan mayoritas responden (70,9 persen) menilai besar kemungkinan kehidupan akan lebih buruk karena dampak ekonomi dari wabah Covid-19.

Berdasarkan hasil survei LSI mayoritas ingin PSBB dihentikan agar ekonomi bisa berjalan (57 persen responden), sementara 39 persen responden ingin PSBB dilanjutkan agar penyebaran virus bisa diatasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.