Kompas.com - 19/07/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi BEI, pasar modal adalah, pengertian pasar modal, fungsi pasar modal, apa itu pasar modal KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi BEI, pasar modal adalah, pengertian pasar modal, fungsi pasar modal, apa itu pasar modal

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengembangkan Daftar Efek Bersifat Ekuitas yang diperdagangkan dalam Pemantauan Khusus (Watchlist).

Pengembangan ini dilakukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap investor dan telah diterapkan sejak 16 Juli 2021. Penerapan ini diatur dalam Peraturan Nomor II-S.

"Pada penerapan awal di bulan Juli ini, terdapat 7 dari 11 kriteria yang akan digunakan untuk menyeleksi saham yang masuk dalam daftar tersebut sesuai dengan Peraturan Nomor II-S tersebut," ujar Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi secara virtual dalam peluncuran Daftar Efek Bersifat Ekuitas yang Diperdagangkan dalam Pemantauan Khusus, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Jadi Unicorn Pertama yang IPO di BEI, Bukalapak Diminta Bantu UMKM

Adapun kriteria yang masuk dalam pemantauan BEI dalam daftar tersebut, pertama, laporan keuangan auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat atau opini disclaimer.

Kedua, tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan jika dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya.

Ketiga, untuk perusahaan minerba atau merupakan induk perusahaan yang memiliki Perusahaan Terkendali yang bergerak di bidang minerba namun belum sampai tahapan penjualan, pada akhir tahun buku ke-4 sejak tercatat di Bursa belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utama (core business).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keempat, dalam kondisi dimohonkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

Kelima, memiliki anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material bagi Perusahaan Tercatat dan anak perusahaan tersebut dalam kondisi dimohonkan PKPU atau dimohonkan pailit.

Baca juga: Nama Dicatut Investasi Ilegal, Perusahaan Milik Sandiaga Uno Lapor ke OJK dan BEI

Keenam, dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari satu hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. Ketujuh, kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kriteria lainnya pada Peraturan Nomor II-S yang akan diberlakukan mulai semester II tahun 2022, yakni harga rata-rata saham selama 6 bulan terakhir di Pasar Reguler kurang dari Rp 51, memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir, tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-A, memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp 5 juta, serta volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 saham selama 6 bulan terakhir di Pasar Reguler.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.