Kompas.com - 25/07/2021, 09:58 WIB
Kekayaan Warren Buffett di masa pandemi (Maret-Desember 2020) naik 28,1 persen menjadi 86,5 miliar dollar AS (Rp 1,2 kuadrilun) AFP PHOTO/PAUL MORIGIKekayaan Warren Buffett di masa pandemi (Maret-Desember 2020) naik 28,1 persen menjadi 86,5 miliar dollar AS (Rp 1,2 kuadrilun)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamu ingin menjadi sekaya Warren Buffet? Maka jangan menunggu untuk memulai.

Itulah yang dikatakan investor kawakan tersebut pada tahun 1999 di Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan Berkshire Hathaway.

Saat itu, ia ditanya bagaimana memiliki penghasilan 30 miliar dollar AS, yang merupakan kekayaan bersihnya kala itu.

Baca juga: Elon Musk Bagikan Kutipan Palsu tentang Kripto dari Warren Buffett

Warren Buffett saat itu berusia 68 tahun. Selang lebih dari dua dekade, kekayaannya saat ini sudah lebih dari 100 miliar dollar AS.

"Mulailah lebih awal. Saya mulai membangun bola salju kecil ini di puncak bukit yang sangat panjang. Trik untuk memiliki bukit yang sangat panjang adalah mulai dari sangat muda atau hidup sampai sangat tua," kata Buffet, dikutip CNBC, Minggu (25/7/2021).

Pria berjuluk Oracle of Omaha ini mengatakan, jika tahun 1999 dia baru lulus kuliah dan memiliki 10.000 dollar AS untuk diinvestasikan, dia akan membuat cara strategis untuk memilih ke mana akan melabuhkan uangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara strategis yang dia pilih adalah memeriksa perusahaan berdasarkan abjad dan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan kecil.

"Saya mungkin akan fokus pada perusahaan yang lebih kecil karena banyak kemungkinan ada sesuatu yang terlewatkan di sana," beber Buffet.

Baca juga: Bicara Dampak Pandemi, Warren Buffett: Usaha Kecil Terpukul Parah, Perusahaan Besar Baik-baik Saja

Investor, kata dia, perlu berjuang sendiri serta mengandalkan pengetahuan dan intuisi mereka sendiri ketika mencari bisnis yang menjanjikan untuk diinvestasikan.

Ia menambahkan, investor yang cerdas akan melakukan yang terbaik untuk mempelajari apa yang dia ketahui dan apa yang tidak dia ketahui.

Kemudian, investor akan sangat bersemangat ketika menemukan sesuatu yang mereka anggap sebagai peluang yang baik.

"Anda tidak bisa hanya melihat-lihat apa yang orang investasikan. Dengan mempelajari, orang lain juga tidak dapat mengetahui apa yang Anda bicarakan," ucap Buffet.

Kendati demikian, Buffet menyebut, tidak perlu bercita-cita menjadi kaya. Sebab tolok ukur kekayaan tidak dapat dipahami.

Baca juga: Miliarder Warren Buffett Bakal Dihibahkan Hartanya untuk Filantropi

"Ukuran kekayaan tidak dapat dipahami. Uang membuat perbedaan yang sangat kecil setelah tingkat moderat," pungkas Buffet.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.