Kompas.com - 05/08/2021, 10:30 WIB
Menkop Teten dalam  acara NGETEM X Lokal Heroes UKM (Ngopi Bareng Teten Masduki Bersama Finalis UKM Award dan Pahlawan Digital 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (15/12/2020).  DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenkop Teten dalam acara NGETEM X Lokal Heroes UKM (Ngopi Bareng Teten Masduki Bersama Finalis UKM Award dan Pahlawan Digital 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (15/12/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengatakan perlambatan ekonomi bisa kembali terjadi karena adanya pembatasan kegiatan seperti PPKM Level 4.

Perlambatan ekonomi dikhawatirkan membuat bisnis UMKM berpotensi jatuh kembali.

"Pembatasan kegiatan dalam menahan laju penularan Covid-19 memberi dampak negatif bagi perekonomian di Indonesia. Potensi perlambatan ekonomi dapat kembali terjadi," kata Menkop UKM Teten Masduki dalam Webinar Jaga UMKM Indonesia di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: 2 Cara Pendaftaran Vaksin Covid via Online, Mudah dan Cepat

Padahal kata Teten, UMKM sudah mampu bangkit di kuartal II-2021 setelah sempat terpukul di tahun 2020. Riset Mandiri Institute menunjukkan, 85 responden UMKM sudah mengalami kondisi normal di awal kuartal II 2021.

Secara rinci, 22 persen UMKM yang tadinya berhenti beroperasi mampu kembali beroperasi secara normal pada 2021.

Sementara UMKM yang usahanya terhenti dan tidak bisa melanjutkan usaha lebih disebabkan oleh modal terbatas (45 persen), prospek usaha yang kurang baik (23 persen), terbatasnya akses bahan baku (14 persen), serta beralih ke usaha lain (9 persen).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun kita optimis dengan melihat semangat UMKM yang terus berusaha, ekonomi pulih dan bangkit," tutur dia.

Baca juga: AirAsia Indonesia Hentikan Penerbangan hingga 6 September 2021

Lebih lanjut kata Teten, bangkitnya UMKM akan bergantung pada peranan digital. UMKM mampu kembali bertahan dari efek pembatasan masyarakat bila mengadopsi peran digital dalam usahanya.

Berdasarkan survei Bank Dunia, 80 persen UMKM yang terhubung dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik. Asosiasi E-commerce Indonesia mencatat, kenaikan penjualan pada platform e-commerce selama pandemi mencapai 25 persen.

Untuk itu, masalah digitalisasi seperti kurangnya literasi digital, kapasitas produksi, dan akses pasar menjadi pekerjaan bersama yang perlu diselesaikan.

"Transformasi digital menjadi salah satu agenda pemerintah, kami terus mendorong UMKM go digital melalui dua pendekatan. Tentunya upaya pemerintah akan maksimal bila ada sinergi dari seluruh stakeholder," kata Teten.

Baca juga: Holding Ultra Mikro Dorong UMKM Naik Kelas



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.