Kuartal I Tembus 7 Persen, BPS: Ekonomi Kuartal III Akan Bergantung pada Penanganan Kesehatan

Kompas.com - 05/08/2021, 14:39 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono saat melaporkan kinerja ekspor-impor bulan Juni tahun 2021 di Gedung BPS Jakarta, Kamis (15/7/2021). Dok. Badan Pusat StatistikKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono saat melaporkan kinerja ekspor-impor bulan Juni tahun 2021 di Gedung BPS Jakarta, Kamis (15/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, kelanjutan pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal III 2021 akan sangat bergantung pada aktivitas/mobilitas masyarakat.

Sebab menurut dia, realisasi pertumbuhan ekonomi akan sejalan dengan perbaikan aktivitas/mobilitas masyarakat sebagai efek dari masifnya penanganan kesehatan.

"Jadi kuncinya adalah bagaimana penanganan terhadap kesehatan. Kalau (penanganan) itu berhasil maka aktifitas akan tumbuh dan pasti ekonomi akan tumbuh," kata Margo dalam konferensi pers, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Selamat Tinggal Resesi, Ekonomi Indonesia Kuartal II 2021 Tumbuh 7,07 Persen

Margo mengungkapkan, adanya pembatasan mobilitas akibat varian Delta, yakni PPKM Darurat serta PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 tentu akan berpengaruh pada realisasi pertumbuhan.

Pertumbuhan juga akan dipengaruhi oleh seberapa besar pengaruh stimulus/insentif yang digulirkan pemerintah.

Asal tahu saja sejak masa PPKM Darurat, pemerintah menambah anggaran program PEN menjadi Rp 744,75 triliun setelah merefocusing dan merealokasi anggaran K/L Rp 55,21 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pengaruhnya pasti ada tapi seberapa besar belum bisa diperkirakan. Kalau lihat trennya, kalau kondisi makin baik, harusnya triwulan III membaik, tapi lagi-lagi kita lihat dari aspek mobilitas," tutur Margo.

Sebagai informasi, BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 sebesar 7,07 persen. Realisasi ini membuat Indonesia lolos dari resesi setelah mengalami kontraksi sejak kuartal II 2020.

Pertumbuhan pada kuartal II 2021 ini bahkan merupakan yang tertinggi sejak kuartal IV tahun 2004. Pada masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, pertumbuhan ekonomi mencapai 7,16 persen atas tahun dasar 2000.

Secara spasial, pertumbuhan ditopang oleh pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa. Andil Pulau Jawa terhadap PDB adalah yang terbesar, yakni 57,92 persen. Meski pertumbuhannya 7,88 persen, lebih kecil dibanding Maluku dan Papua sebesar 8,75 persen.

Provinsi Sumatera memiliki andil kedua terbesar setelah Pulau Jawa dengan share terhadap PDB sebesar 21,73 persen.

Baca juga: Ekonomi Kuartal II Tumbuh 7,07 Persen, BPS: Tertinggi Sejak Tahun 2004



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.