Tingkatkan Ekonomi Kuartal III, Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanja

Kompas.com - 06/08/2021, 08:34 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melakukan monolog dalam peringatan Hari Ibu di Jakarta, Minggu (22/12/2019) KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melakukan monolog dalam peringatan Hari Ibu di Jakarta, Minggu (22/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta pemerintah daerah (Pemda) segera membelanjakan anggaran. Belanja daerah diharapkan bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kuartal III.

Adapun saat ini, daerah cenderung lambat membelanjakan anggarannya.

Bendahara Negara ini mengungkapkan, belanja daerah hingga bulan Juli 2021 masih terkontraksi, berbeda dengan kinerja belanja pemerintah pusat dan belanja kementerian/lembaga yang sudah tumbuh di semester I 2021.

Baca juga: Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal Ketiga Bisa Maksimal jika Varian Delta Dikendalikan

"Untuk tambahan sebagai akselerasi pertumbuhan ekonomi, kita harapkan belanja di daerah bisa terakselerasi. Karena semester I ini belanja di daerah melalui TKDD dan APBD masih mengalami kontraksi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis (5/8/2021).

Tercatat, belanja daerah di semester I 2021 terkontraksi -6,8 persen. Sedangkan belanja pemerintah pusat tumbuh 19,1 persen dan belanja kementerian/lembaga tumbuh 28 persen.

"Kalau APBD dan TKDD bisa dikejar pada kuartal III dan kuartal IV atau pada semester II, maka kita bisa berharap ini mendukung pemulihan ekonomi terutama di daerah," tutur Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, dia menuturkan, pihaknya bakal mengandalkan kinerja beberapa sektor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kuartal III.

Wanita yang akrab disapa Ani ini menyebut, pemerintah tetap optimis pada kinerja investasi dan produksi di kuartal III 2021.

Baca juga: Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Menurut dia, dua komponen itu lebih berdaya tahan karena berbagai indikator awal sudah menunjukkan pemulihan.

"Permintaan barang ekspor, serta impor barang modal, semuanya akan mendorong industri manufaktur. Jadi mungkin sektor produksi dari manufaktur cukup resilience (berdaya tahan)," ucap Sri Mulyani.

Sementara dari sisi program PEN, Sri Mulyani bakal menggenjot realisasi anggaran di klaster program prioritas yang bertujuan meningkatkan kinerja sektor pariwisata dan padat karya.

Pasalnya sampai saat ini, realisasi program prioritas baru mencapai 40 persen atau Rp 47,3 triliun dari pagu Rp 117,9 triliun.

"Kita harapkan bisa tereksekusi di kuartal III dan kuartal IV sehingga bisa menciptakan multiplier effect dan katalis pertumbuhan ekonomi. Strateginya adalah mengakselerasi semua resources atau sumber daya yang sudah dialokasikan dalam PC PEN," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.