Profil Timur Sukirno, Komisaris Utama Baru Garuda Indonesia

Kompas.com - 13/08/2021, 19:30 WIB
Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020). dok. Instagram @garuda.indonesiaTangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Timur Sukirno diangkat menjadi Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pengangkatan itu terjadi saat maskapai pelat merah itu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (13/8/2021).

Timur ditunjuk menjadi Komisaris Utama Garuda Indonesia untuk menggantikan Triawan Munaf. Triawan sendiri merupakan mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Lantas, seperti apa profil Timur Sukirno?

Baca juga: Pangkas Komisaris, Erick Thohir: Ini Momen Garuda Indonesia Bersih-bersih

Timur diketahui merupakan salah satu lawyer terkenal di Indonesia. Bahkan dia masuk ke dalam daftar 100 pengacara terbaik di Indonesia pada tahun 2021 versi Asia Business Law Journal yang dirilis pada 18 Juni 2021.

Dia merupakan Senior Partner kantor hukum Hadiputranto Hadinoto & Partners (HHP).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengutip laman LinkedIn pribadinya, disebutkan dia memiliki keahlian khusus soal restrukturisasi, kepailitan dan arbitrase bisnis.

Pria yang juga lulusan S1 Fakultas Hukum di Universitas Indonesia ini juga merupakan pendiri Indonesian Receivers and Administrators Association.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan transformasi dan efisiensi di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus dilakukan dengan tepat dan cepat.

Hal ini dia ungkapkan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia yang memutuskan adanya perubahan struktur, nomenklatur dan jajaran di dewan komisaris dan dewan direksi perusahaan.

Baca juga: Ini Susunan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia Terbaru

“Kementerian BUMN memastikan transformasi dan efisiensi terus terjadi di Garuda Indonesia, dengan mengurangi jumlah komisaris dari 5 menjadi 3 orang, serta jumlah direksi dari 8 orang menjadi 6 orang. Selain itu, kami memperkuat pengawasan perusahaan dengan mengangkat dua sosok Komisaris dengan keahlian dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi di bidang restrukturisasi dan manajemen risiko perusahaan,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/8/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.