Pangkas Komisaris, Erick Thohir: Ini Momen Garuda Indonesia Bersih-bersih

Kompas.com - 13/08/2021, 18:20 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan transformasi dan efisiensi di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus dilakukan dengan tepat dan cepat.

Hal ini dia ungkapkan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia yang memutuskan adanya perubahan struktur, nomenklatur dan jajaran di dewan komisaris dan dewan direksi perusahaan.

“Kementerian BUMN memastikan transformasi dan efisiensi terus terjadi di Garuda Indonesia, dengan mengurangi jumlah komisaris dari 5 menjadi 3 orang, serta jumlah direksi dari 8 orang menjadi 6 orang. Selain itu, kami memperkuat pengawasan perusahaan dengan mengangkat dua sosok Komisaris dengan keahlian dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi di bidang restrukturisasi dan manajemen risiko perusahaan,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Yenny Wahid Akhirnya Mundur sebagai Komisaris Garuda, Ini Alasannya

Mantan bos Inter Milan ini menambahkan, ke depannya manajemen maskapai pelat merah itu akan fokus ke dua hal. Pertama, perubahan model bisnis dengan fokus pada layanan penerbangan domestik.

Kedua, negosiasi dengan lessor, baik lessor yang memang memiliki hubungan B2B baik namun kontraknya perlu dinegosiasi ulang, juga lessor yang tersangkut kasus yang saat ini sudah masuk dalam proses hukum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini momen bagi Garuda Indonesia untuk bersih-bersih dari permasalahan keuangan dan kinerja operasional, serta menata kembali fundamental bisnisnya. Setiap prosesnya akan saya kawal penuh,” kata Erick Thohir.

Dalam RUPST Garuda hari ini memutuskan pengalihtugasan Chairal Tanjung sebagai komisaris, memberhentikan dengan hormat Triawan Munaf, Peter F. Gontha, Zannuba Arifah Ch. R (Yenny Wahid), dan Elisa Lumbantoruan dari jabatan anggota dewan komisaris.

Baca juga: Serikat Pekerja Garuda Indonesia: Masalah Perusahaan Bukan Cuma Utang

Sementara Yenny Wahid yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris independen telah memutuskan untuk mengundurkan diri.

Dalam RUPST tersebut juga diputuskan untuk memberhentikan dengan hormat Dony Oskaria, dan M. Rizal Pahlevi dari anggota dewan direksi perusahaan.

Berikut susunan lengkap dewan direksi dan komisaris Garuda Indonesia:

Dewan Komisaris

  • Timur Sukirno - Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
  • Chairal Tanjung - Komisaris
  • Abdul Rachman - Komisaris Independen.

Dewan Direksi

  • Irfan Setiaputra - Direktur Utama
  • Prasetio - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
  • Tumpal Manumpak Hutapea - Direktur Operasi
  • Aryaperwira Adileksana - Direktur Human Capital
  • Rahmat Hanafi – Direktur Teknik
  • Ade R. Susardi - Direktur Layanan dan Niaga.

Baca juga: Peter Gontha Kembali Ingin Mundur dari Komisaris Garuda Indonesia, Ada Apa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.