Ada Krisis Rantai Pasok Global, Chip Semikonduktor Ditarget Bisa Produksi di Indonesia

Kompas.com - 31/08/2021, 14:09 WIB
Menperin Agus Gumiwang saat meluncurkan program Fasilitas Halal secara virtual, Kamis (19/8/2021). (Tangkapan Layar) KOMPAS.com/ ELSA CATRIANAMenperin Agus Gumiwang saat meluncurkan program Fasilitas Halal secara virtual, Kamis (19/8/2021). (Tangkapan Layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis rantai pasok global chip semikonduktor membuat stok produk elektronik itu kian terbatas di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ini membuat pemerintah perlu memutar otak untuk mengamankan stok chip semi konduktor.

Salah satu langkah yang ditargetkan oleh pemerintah untuk mengatasi ketergantungan pasokan impor ialah dengan menciptakan produsen chip semikonduktor dalam negeri.

Baca juga: Ketergantungan Impor Komponen Chip, Ternyata Indonesia Sempat Ekspor ke Luar Negeri

"Strategi pembangunan industri semikonduktor ini perlu dilakukan dengan berbagai opsi pengembangannya," ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, dalam diskusi virtual, Selasa (31/8/2021).

Agus mengatakan, ketersediaan pasokan chip semikonduktor menjadi sangat penting bagi perindustrian nasional.

Pasalnya, chip merupakan komoditas esensial yang digunakan oleh berbagai produk berkaitan dengan teknologi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya memandang bahwa membangun industri semikonduktor merupakan salah satu langkah strategis dan vital untuk mendukung arah pembangunan industri," kata dia.

Salah satu opsi yang dapat ditempuh ialah menjalin kerja sama denga produsen chip semikonduktor eksisting.

Baca juga: Aturan Baru PLTS Atap: Bisa Ekspor Listrik 100 Persen hingga Percepatan Waktu Pemasangan

Kerja sama ini diharapkan mampu membuat Indoneisa menjadi partisipan dalam rantai pasok industri semikonduktor global.

"Kita harus mampu menciptakan atau mengambil jalan shortcut agar bisa Indonesia mewujudkan sebagai negara yang mandiri di bidang chip," kata Agus.

Upaya tersebut akan didukung penuh oleh pemerintah, melalui perumusan kebijakan fiskal maupun nonfiskal dan juga pemberian insentif, dalam rangka menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.

Agus menjabarkan, saat ini industri semikonduktor telah terpecah menjadi serangkaian proses, mulai dari chip design atau fabless, chip fabrication atau foundry, chip design and fabrication atau IDM, dan assembly and test atau OSAT.

"Indonesia berkeinginan untuk ikut berpartisipasi dalam rantai nilai industri semikonduktor dunia melalui kerja sama dengan berbagai mitra multinational companies dan perusahaan start-up di seluruh dunia," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.