Tanggapan Kemenhub Soal Taruna PIP Semarang yang Tewas Dianiaya Senior

Kompas.com - 08/09/2021, 11:18 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat suara perihal meninggalnya seorang taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang setelah dianiaya oleh seniornya di luar area kampus.

Korban adalah Zidan Muhammad Faza (21) taruna tingkat 3 yang baru saja selesai menjalani Praktek Kerja Lapangan, sedangkan pelaku adalah Caesar Richardo Bintang Samudro Tampubolon, seorang taruna tingkat 8.

Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Antoni Arif Priadi mengatakan, tindak kekerasan tersebut terjadi di luar lingkungan kampus karena sampai dengan saat ini pembelajaran masih dilakukan secara online.

Baca juga: Cegah Varian Mu Masuk RI, Kemenhub Bakal Perketat Bandara dan Pelabuhan Internasional

Ia pun mengungkapkan turut prihatin dan menyesalkan atas terjadinya peristiwa tersebut. Pihaknya memastikan tidak mentolerir tindakan kekerasan yang terjadi dan menyerahkan proses penyelesaian masalah ke pihak Kepolisian.

“Kami tidak mentolerir segala tindak kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi di lingkungan kampus Kementerian Perhubungan. Selanjutnya kami menyerahkan hal ini kepada pihak Polresta Semarang untuk dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/9/2021).

Menurut Arif, pihaknya sedari awal telah memberikan arahan kepada seluruh pengelola sekolah untuk selalu menerapkan standar prosedur pengawasan dan pencegahan tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Oleh seab itu, pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap pihak sekolah yang lalai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Atas kejadian ini, BPSDM Perhubungan akan segera mengambil langkah terhadap sekolah yang lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga terjadi tindak kekerasan," katanya.

Arif menambahkan, saat ini BPSDM Perhubungan melalui PIP Semarang sudah berkoordinasi secara langsung dengan pihak keluarga korban. Ia bilang, pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh proses mulai dari penanganan di rumah sakit hingga pemakaman almarhum.

Sebelumnya, dilansir dari TribunJateng, menurut Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan korban diduga meninggal dunia diduga karena dipukul di bagian ulu hati oleh pelaku.

Baca juga: Sederet Proyek Pelabuhan yang Ditawarkan Indonesia ke Jepang

Insiden ini bermula ketika korban bersama temannya sedang berboncengan naik motor dan tidak sengaja bersenggolan dengan terduga pelaku yang merupakan seniornya di PIP di daerah Tegalsari, Semarang, pada Senin (6/9/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelaku yang emosi kemudian menghampiri korban dan memukul bagian perut hingga korban tak sadarkan diri. Korban pun segera dibawa ke rumah sakit oleh temannya, namun saat akan dilakukan tindakan medis, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

"Terduga pelaku memukul korban di ulu hati dan terjatuh. Korban pun dibawa ke rumah sakit. Jadi saat dibawa ke rumah sakit korban masih dalam kondisi bernyawa," ujar Donny pada Selasa (7/9/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.