Kompas.com - 22/09/2021, 17:39 WIB
Kantor pusat Bank Muamalat di Jakarta. Kode Bank Muamalat KOMPAS/PRIYOMBODOKantor pusat Bank Muamalat di Jakarta. Kode Bank Muamalat

JAKARTA, KOMPAS.com -  Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berkeinginan untuk menjadi investor Bank Muamalat.

Oleh sebab itu, BPKH tengah melakukan kajian mengenai berbagai hal sebelum mencemplungkan dana segar ke bank syariah pertama di Indonesia itu.

“Masih dalam proses kajian (untuk menjadi investor),” ujar Kepala BPKH Anggito Abimanyu seperti dilansir Kontan.co.id  Rabu (22/9/2021).

Rencananya, BPKH akan melakukan investasi dalam dua bentuk. Yakni investasi tier 1 melalui penambahan saham dan investasi tier 2 dalam bentuk subdebt atau obligasi subordinasi.

Baca juga: Respons OJK Soal PPA Kelola Aset Kualitas Rendah Bank Muamalat

Rencananya, nilai investasi tier 1 senilai Rp 1 triliun dan investasi tier 2 senilai Rp 2 triliun. “Masih dalam kajian,” tambahnya singkat.

Bank Muamalat terus berupaya mempercantik diri dengan memperbaiki aset berkualitas rendah. Oleh sebab itu, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melakukan pengelolaan aset berkualitas rendah milik Bank Muamalat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas hal tersebut, PPA bersama Bank Muamalat dan BPKH menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA). MRA ini mengatur dan mendokumentasikan tahapan maupun rangkaian transaksi pengelolaan aset pembiayaan berkualitas rendah milik Bank Muamalat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaruh harapan tinggi terhadap pemulihan kondisi permodalan Bank Muamalat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, akan ikut mengawal babak baru pengelolaan Bank Muamalat. Tak terungkap seberapa besar aset yang diserahkan ke PPA.

"PPA akan mengelola sebagian aset pembiayaan Bank Muamalat dengan nilai yang disepakati kedua pihak," kata Hayunaji, Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2020, total pembiayaan Bank Muamalat senilai Rp 29 triliun dengan porsi NPF net sebesar 3,95 persen. Jika dinominalkan pembiayaan bermasalah itu sekitar Rp 1,14 triliun.

Baca juga: Strategi Menyelamatkan Bank Muamalat Indonesia

Adapun pembiayaan Bank Muamalat masih terkontraksi 3,44 persen year on year (yoy) dari Rp 29,07 triliun menjadi Rp 28,07 triliun per Juni 2021. Sedangkan aset mampu tumbuh 6,11 persen yoy dari Rp 48,65 triliun menjadi Rp 51,62 triliun.

Kendati demikian, Bank Muamalat masih mampu mempertahankan laba bersih yang hanya turun tipis dari Rp 4,94 miliar di Juni 2020, menjadi Rp 4,90 miliar per Juni 2021.

Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio Bank Muamalat naik dari 12,13 persen pada paruh pertama 2020 menjadi 15,12 persen di semester 1-2021. (Maizal Walfajri)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Dikabarkan akan menjadi investor di Bank Muamalat, begini kata BPKH

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.