Muhamad Rifki Maulana

Ekonom Yunior Bank Indonesia Kalimantan Timur

Presidensi G20 Indonesia 2022: Momentum Indonesia Pimpin Transformasi Ekonomi Hijau

Kompas.com - 25/09/2021, 10:00 WIB
Ilustrasi pemanasan global diprediksi dapat menyebabkan gelombang panas yang intensi di Asia Tenggara. SHUTTERSTOCK/nexus 7Ilustrasi pemanasan global diprediksi dapat menyebabkan gelombang panas yang intensi di Asia Tenggara.

Pentingnya mewujudkan Ekonomi Hijau tersebut semata-mata didasari oleh dampak negatif yang akan terjadi di masa depan apabila kita tidak memperhatikan isu lingkungan.

Berdasarkan kajian dari Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC), adanya kenaikan temperatur global selama 2 derajat celcius per tahun mampu menurunkan hasil perikanan laut per tahun mencapai 3 juta ton dan juga penurunan hasil panen sebesar 7 persen per tahun.

Tidak hanya itu, kenaikan temperature global tersebut juga berisiko menaikan kenaikan permukaan laut dan mempercepat kepunahan tanaman, hewan hingga terumbu karang.

Banyaknya ancaman tersebut membuat seberapa besar raihan pertumbuhan ekonomi yang diraih akan menjadi sia-sia karena alam yang sudah terlanjur mengalami kerusakan.

Langkah nyata banyak negara di dunia dalam menurunkan tingkat emisinya tercermin dari mulai dialihkannya sumber energi negara tersebut dari Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak terbarukan menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT).

Bahkan untuk merealisasikan visi tersebut, beberapa negara maju yang tergabung dalam kelompok G7 (Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang) sepakat untuk menghentikan pendanaan internasional ke proyek-proyek yang mengeluarkan emisi karbon tinggi guna mencapai target perubahan iklim pada perjanjian paris.

Peluang Besar Indonesia Pimpin Perubahan

Sayangnya, Indonesia seringkali dianggap tidak serius dalam mewujudkan visi ekonomi hijau tersebut karena masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap SDA yang tidak terbarukan dalam bauran energinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal yang jarang khalayak ketahui, Indonesia terus berupaya untuk mewujudkan bauran energi yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut tecermin dari persentase EBT di dalam bauran energi Indonesia yang terus mengalami peningkatan dari tahun 2015 yang hanya sebesar 4,97 persen kini telah tumbuh mencapai 11,20 persen pada tahun 2020.

Persentase tersebut diprakirakan akan terus mengalami peningkatan dan ditargetkan mencapai lebih dari 23 persen di tahun 2025 sejalan dengan berlanjutnya rencana pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT dalam beberapa tahun ke depan.

Oleh karena itu, guna mendorong perkembangan EBT nasional maka momentum besar Indonesia yang dipilih menjadi presidensi G20 pada tahun 2022 harus dimanfaatkan, terlebih mengingat melimpahnya potensi EBT yang belum teroptimalkan di Indonesia.

Salah satu upaya konkritnya bisa melalui pembuatan skema kerja sama dengan anggota G20 yang sudah mumpuni dalam pengembangan EBT untuk bersinergi dalam mengakselerasi pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT di Indonesia.

Permasalahan yang kerap terjadi dalam pengembangan EBT di Indonesia maupun negara berkembang lainnya seperti terbatasnya investasi untuk adaptasi teknologi EBT kiranya mampu disolusikan dalam forum strategis tersebut.

Harapannya pertemuan G20 nanti tidak hanya akan berakhir sebagai forum tahunan biasa, namun bisa dikenang sebagai momentum besar Indonesia memimpin transformasi ekonomi hijau dunia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.