Sri Mulyani Sebut Presidensi G20 Ciptakan Peluang Besar bagi Indonesia

Kompas.com - 28/09/2021, 18:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah atau presidensi G20 tahun 2022 memberikan angin segar dan peluang.

Bendahara negara ini mengungkapkan, melalui pertemuan tersebut, Indonesia memiliki andil dalam menentukan keputusan global yang memberikan solusi atas tantangan dunia.

Apalagi saat menjadi tuan rumah, cara kerja negara dalam menghadapi tantangan seperti pandemi Covid-19 akan dilihat oleh dunia.

"Sebagai tuan rumah, kita akan dilihat seperti apa Indonesia dalam menghadapi tantangan pembangunan, negara seperti apa, ekonomi seperti apa, kita akan memang akan terus dilihat," kata Sri Mulyani dalam sambutannya ketika melantik pejabat di lingkungan Kemenkeu, Selasa (28/9/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut, Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu mengatasi tantangan global.

Baca juga: Anak di Bawah Usia 12 Tahun Boleh Naik Citilink? Ini Penjelasan Kemenhub

Namun yang lebih penting, pemerintah juga harus menunjukkan kepada rakyat dan masyarakat pada umumnya bahwa pemerintah bekerja luar biasa serius mengatasi tantangan sosial ekonomi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita harap pertemuan ini tidak hanya sekadar menjadi sebuah pertemuan, tapi sebuah ajang pertemuan para pemimpin global dalam membahas tantangan dunia yang bisa memberikan solusi nyata," tuturnya.

Sebagai informasi, pertemuan G20 akan membahas waktu yang tepat untuk menormalisasi kebijakan fiskal yang digelontorkan semua negara di dunia saat pandemi Covid-19. Topik tersebut adalah salah satu dari tujuh topik dalam track keuangan (finance track).

Selain penentuan waktu normalisasi kebijakan, presidensi G20 juga akan membahas persetujuan prinsip perpajakan global (global taxaxion principle).

Beberapa isu pajak yang dibahas, antara lain insentif pajak, digitalisasi pajak, praktek-praktek penghindaran pajak (tax avoidance) terutama yang berkaitan dengan BEPS, dan transparansi pajak.

Baca juga: Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.