Apa Itu Pandora Papers yang Ungkap Skandal Pajak Orang Kaya Dunia?

Kompas.com - 04/10/2021, 13:18 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|

Apakah memanfaatkan tax haven ilegal?

Keberadaan wilayah atau negara tax haven menjadi celah yang mengizinkan orang-orang melakukan penghindaran pembayaran oajak dengan memindahkan uang mereka atau membentuk perusahaan di negara itu.

Meski tak salah secara hukum, namun tindakan tersebut kerap dinilai tak etis.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun beebrapa kali menyinggung wilayah dengan tarif pajak rendah atau bahkan 0 persen ini.

Ia secara tegas mengungkapkan tak ingin ada lagi negara yang menjadi surga pajak di dunia.

"Tidak boleh ada lagi negara tax haven atau low tax jurisdiction," ujarnya dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu (23/2/2020).

Ada beberapa alasan yang menjadi alasan banyak orang ingin menyimpan atau memiliki aset di luar negeri, misalnya karena alasan keamanan atau melindungi harta mereka dari pemerintahan yang tak stabil.

Meski menyimpan uang di luar negeri tidak melanggar hukum, namun jika beroperasi menggunakan jaringan perusahaan rahasia untuk mengirim uang ke sana ke mari masuk dalam kategori kejahatan atau tindakan kriminal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bank Mandiri Luncurkan Kopra, Apa Itu?


 

Seberapa mudah menyembunyikan uang di luar negeri?

Yang Anda butuhkan hanyalah membentuk sebuah perusahaan cangkang di salaj satu wilayah atau yurisdiksi dengan tingkat kerahasiaan level tinggi. Perusahaan cangkang adalah perusahaan yang dibentuk hanya sebatas nama saja, tanpa memiliki karyawan atau kantor.

Meski demikian, perusahaan cangkang ini dalam pembentukannya membutuhkan dana yang tak sedikit.

Terdapat konsultan khusus yang dibayar untuk membentuk dan menjalankan perusahaan tersebut.

Konsultan itu bisa menyediakan alamat dan nama direktur yang dibayar, meski tak ada jejak mengenai siapa nama di belakang bisnis terebut.

Berapa jumlah uang yang tersebunyi secara offshore?

Tidak ada jumlah yang pasti, namun ICIJ memperkirakan, total uang yang tersembunyi secara offshore sekitar 5,6 triliun dollar AS hingga 32 triliun dollar AS atau sekitar Rp 7.952 triliun hingga Rp 454.400 triliun.

Dana Moneter Internasional sebelumnya juga sempat mengatakan, pemanfaatan wilayah tax haven ini membuat pemerintah dunia mengalami kehilangan potensi pajak hingga 600 miliar dollar AS atau sekitar Rp 8.400 triliun per tahun.

Baca juga: Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.