Ajak UMKM Go Digital, Jokowi: Bisa Jadi Rantai Pasok Dunia

Kompas.com - 22/10/2021, 11:59 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (12/10/2021). Tangkapan layar youtube Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (12/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo mengajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi digital.

Menurut dia, transformasi digital ini penting untuk diadopsi, utamanya ketika referensi belanja masyarakat berubah sejak pandemi Covid-19.

"Saya ingin menekankan pentingnya transformasi digital. Kita harus terus mendorong usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, untuk go digital, masuk ke toko online, masuk ke marketplace, masuk ke e-commerce," kata Jokowi dalam Peluncuran Logo MES, Jumat, (22/10/2021).

Baca juga: Teten: UKM Kita Sudah Banyak Transformasi, dari Keripik ke Elektrik

Jokowi menyatakan, transformasi digital membuka peluang bagi UMKM tumbuh lebih pesat, bahkan menjadi bagian dari rantai pasok global.

Hal ini mengingat berjualan secara online bisa diakses di mana saja tanpa batasan negara (borderless). Pun membuka peluang bagi UMKM Indonesia yang mayoritas warganya muslim menjadi rantai pasok industri halal.

"Dan (UMKM) bisa masuk ke supply chain nasional maupun global dan menjadi pemain utama dalam pertumbuhan industri halal di tingkat global," ucap Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden menyampaikan, Indonesia harus menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal di dunia. Indonesia harus menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah dunia.

Berdasarkan data The State of Global Islamic Economic Indicator Report, sektor ekonomi syariah mengalami pertumbuhan dari tahun demi tahun. Tahun 2018, ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat 10 besar dunia.

Baca juga: Transaksi QRIS Bank Syariah Indonesia Tumbuh 447 Persen

Kemudian di tahun 2020, ekonomi syariah Indonesia sudah berada di peringkat ke-4 dunia.

"Naik, naik, naik terus. Namun kita tidak boleh berpuas diri. Perlu ada upaya yang sinergis antar pemangku kepentingan agar ekonomi syariah tumbuh lebih pesat lagi. Itulah peran penting yang harus dimainkan oleh masyarakat ekonomi syariah," pungkas Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.