Eileen Rachman dan Emilia Jakob
HR Consultant/Konsultan SDM EXPERD

EXPERD (EXecutive PERformance Development) merupakan konsultan pengembangan sumber daya manusia (SDM) terkemuka di Indonesia. EXPERD diperkuat oleh para konsultan dan staf yang sangat berpengalaman dan memiliki komitmen penuh untuk berkontribusi pada perkembangan bisnis melalui layanan sumber daya manusia.

Fenomena Pandemic Burnout dan Cara Mencegahnya

Kompas.com - 23/10/2021, 09:45 WIB
Ilustrasi burnout. ShutterstockIlustrasi burnout.

Perusahaan juga bisa mendorong karyawan untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hobi, seperti kursus memasak, home decorating, atau berkebun.

Baca juga: Waspada Burnout Pekerjaan, Kenali 4 Gejalanya

Atasan dapat mengedarkan kalender cuti kepada setiap anggota timnya untuk mendorong mereka yang enggan berlibur mengambil cuti karena melihat teman yang lain sudah mengajukan jadwalnya. Membagikan voucer salon kepada karyawan perempuan sehingga dengan sendirinya mereka dapat menikmati me time dan melupakan pekerjaan juga bisa dilakukan.

Pada masa pandemi ini, merancang liburan sebenarnya juga membangkitkan ketegangan. Sebab, sebelum menentukan tujuan, kita harus mencari tempat yang berzona hijau dan melakukan beragam persiapan protokol kesehatan agar perjalanan tidak berbuah bencana.

Namun, sebenarnya liburan tidak berarti harus bepergian ke suatu tempat rekreasi. Sekadar lepas dari pekerjaan secara total sudah dapat digolongkan sebagai liburan. Mengeksplorasi tempat-tempat menarik di sekitar rumah pun dapat menjadi salah satu pilihan menyegarkan yang bisa kita lakukan.

Ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan saat liburan. Pertama, kita perlu menentukan waktu untuk dapat benar-benar disconnect dari kantor.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Burnout, Tak Selalu Berhenti Kerja

Untuk menjaga tata krama, kita tentunya perlu membuat pesan otomatis di e-mail kita mengenai durasi waktu berlibur dan rekan yang dapat dihubungi bila memerlukan tanggapan segera. Kita juga perlu mempersiapkan beragam informasi, termasuk data mengenai pekerjaan agar tidak menyusahkan rekan kerja yang ditinggal.

Terkadang, kita memang tidak bisa memutuskan hubungan sampai 100 persen. Dalam hal ini, kita dapat membuat batasan-batasan seperti kapan akan membalas pesan-pesan yang mungkin memang membutuhkan tanggapan segera. Agar semua ini berjalan lancar, koordinasi, dan perencanaan, memang perlu dilakukan dengan saksama.

Satu hal yang pasti, kita perlu mewaspadai agar gejala burnout tidak terjadi pada diri kita, ataupun anggota tim. Dalam jangka panjang, kita juga perlu mempersenjatai diri dengan sense of fullfillment yang kuat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.