Kemendag Catat 7.368 Pengaduan Konsumen di Sektor E-Commerce

Kompas.com - 25/10/2021, 17:50 WIB
Ilustrasi e-commerce yang dapat diakses melalui website dan aplikasi. Dok. ShutterstockIlustrasi e-commerce yang dapat diakses melalui website dan aplikasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan mencatat sebanyak 7.368 pengaduan konsumen sektor niaga elektronik (e-commerce) pada Januari hingga September 2021.

Pengaduan didominasi oleh parameter cara menjual yang tidak mengikuti kaidah-kaidah perlindungan konsumen.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Veri Anggrijono mengatakan, demi melindungi konsumen, supremasi hukum akan diberlakukan secara tegas.

Baca juga: RUU PDP Bikin Perusahaan DIgital Langsung Lindungi Data Pribadi Konsumen

“Melalui Ditjen PKTN, Kemendag berkomitmen melindungi konsumen melalui upaya konsistensi pengawasan, penanganan pengaduan yang merugikan konsumen, serta regulasi yang implementatif untuk menyeimbangkan kepentingan konsumen dan pelaku usaha,” jelas Veri dalam siaran resminya dikutip Kompas.com, Senin (25/10/2021).

Veri menyampaikan, transaksi perdagangan konvensional mulai bergeser ke format transaksi digital. Sebanyak 88,1 persen pengguna internet di Indonesia memakai layanan niaga elektronik.

Pada 2020, terdapat kenaikan nominal transaksi niaga elektronik 29,6 persen atau menjadi Rp 266,3 triliun dari Rp 205,5 triliun pada 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tingginya pemanfaatan niaga elektronik memberikan dampak positif sekaligus memberikan risiko kerugian konsumen.

Sementara itu, Pegiat Perlindungan Konsumen Indah Suksmaningsih mengatakan, menjadi konsumen itu tidak cukup dengan kritis tanpa kesadaran bertindak.

Baca juga: Riset LD FEB UI: Konsumen Jadikan GoPay Alat Pembayaran Digital Pertama Kali

Dia bilang, "caring the other people" menjadi ciri konsumen masa depan.

“Sudah seharusnya konsumen itu ditempatkan dari fungsinya. Pertama, sebagai definer. Minat atau pilihan konsumen akan menjadi penentu produksi dan perdagangan suatu barang. Kedua, sebagai informan, konsumen lah yang bisa menginformasikan apa yang dibutuhkan pasar saat ini dan ketiga konsumen sebagai evaluator, konsumen dapat memberikan umpan berdasarkan pengalamannya mengonsumsi barang atau menggunakan jasa,” jelas Indah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.