Dirut Bantah Ada Pembahasan dengan Pemerintah untuk Pailitkan Garuda Indonesia

Kompas.com - 27/10/2021, 16:59 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berdiri di dekat pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker di bagian depan pesawat, saat diparkir di lapangan udara di Tangerang, Banten, Senin (12/10/2020). Pemasangan ''masker'' di pesawat tersebut digelar untuk mendukung kampanye Gerakan 'Ayo Pakai Masker' dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. AFP/ADEK BERRYDirektur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berdiri di dekat pesawat Garuda Indonesia Boeing 373-800 NG dengan desain masker di bagian depan pesawat, saat diparkir di lapangan udara di Tangerang, Banten, Senin (12/10/2020). Pemasangan ''masker'' di pesawat tersebut digelar untuk mendukung kampanye Gerakan 'Ayo Pakai Masker' dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra membantah adanya pembahasan dengan pemerintah untuk mempailitkan maskapai flag carrier ini. Ia bilang, hingga saat ini pemerintah terus mengupayakan penyelamatan Garuda Indonesia lewat restrukturisasi.

Irfan menjelaskan, maskapai pelat merah yang dipimpinnya saat ini memang tengah menghadapi situasi sulit karena menumpuknya utang. Oleh karena itu, untuk kembali menyehatkan Garuda Indonesia, dilakukanlah restrukturisasi utang terhadap para kreditur, termasuk pula restrukturisasi operasional perusahaan.

"Pemegang saham dan manajemen akan berusaha semaksimal mungkin dan memfokuskan diri juga mengabaikan isu-isu yang tidak terkait upaya restrukturisasi, untuk memastikan restrukturisasi ini berhasil karena ini kewajiban kita bersama," ujar Irfan kepada Kompas.com, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Daftar 11 Maskapai Penerbangan RI yang Bangkrut, Garuda Menyusul?

"Upaya inilah yang dilakukan setiap hari, 24 jam oleh manajemen, pemegang saham, komisaris dengan para adviser kami. Jadi jangan dibilang bahwa kita ada opsi mempailitkan atau mengganti (dengan maskapai lain)," lanjutnya.

Menurut Irfan, meskipun ada banyak pandangan dari berbagai pihak tentang keberlangsungan Garuda Indonesia sebagai maskapai, namun saat ini pihaknya dan pemerintah fokus pada upaya untuk menyehatkan kembali perusahaan.

Di sisi lain, kata dia, proses restrukturisasi tentu memakan waktu yang panjang karena melibatkan banyak pihak, mulai dari lender, lessor, hingga pemegang sukuk global. Upaya negosiasi pun terus dilakukan ke pihak-pihak yang memiliki piutang dengan Garuda Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan demikian, keberhasilan dari restrukturisasi dan negosiasi juga bergantung pada banyak pihak. Maka, bersamaan dengan itu pemerintah menyiapkan PT Pelita Air Service, anak usaha dari PT Pertamina (Persero) untuk masuk ke penerbangan berjadwal.

Baca juga: Soal Opsi Garuda Diganti Pelita Air, Ini Kata Stafsus Menteri BUMN

Tujuannya, bila restrukturisasi dan negosiasi tak berhasil dilakukan, maka pemerintah bisa membesarkan Pelita Air Service sebagai maskapai yang melayani penerbangan berjadwal.

Irfan menekankan, mempersiapkan Pelita Air bukan berarti Garuda Indonesia akan dipailitkan, melainkan pemerintah masih mengupayakan untuk maskapai pelat merah ini sehat kembali.

"Jadi lihatnya dari dua sisi itu. Karena kalau kita rembetin kemana-mana, ada analisa atau interpretasi dari pihak-pihak lain, ceritanya malah jadi disimpulkan 'Oh pemerintah mau mempailitkan Garuda'. Kan pening saya juga jawabnya kalau sudah begitu. Emang siapa juga yang bilang pemerintah mau pailitkan Garuda? Kan enggak ada," pungkasnya.

Baca juga: Profil Pelita Air, Maskapai Pengganti Andai Garuda Ditutup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.