Mengawali Debut di Nasdaq, Saham Grab Ditutup Melemah

Kompas.com - 03/12/2021, 07:00 WIB
Logo Grab terpampang di Nasdaq Tower di Times Square, New York, Amerika Serikat jelang IPO, Kamis (2/12/2021). GrabLogo Grab terpampang di Nasdaq Tower di Times Square, New York, Amerika Serikat jelang IPO, Kamis (2/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan ride-hailing Asia Tenggara, Grab, memulai debutnya di Nasdaq pada hari Kamis dengan kode emiten GRAB.

Melansir nasdaq.com, Grab adalah perusahaan terbesar sejauh ini yang melakukan merger SPAC dengan Altimeter Growth Corp, dengan nilai kesepakatan 40 miliar dollar AS yang setara dengan Rp 572 triliun (kurs Rp 14.300 per dollar AS).

Baca juga: Sah, Grab Melantai di Bursa Saham AS

Dalam pencatatan sahamnya pada Kamis waktu setempat, saham GRAB dibuka pada level 13,06 dollar AS, sempat naik mencapai 18,8 dollar AS sebelum akhirnya melemah dan ditutup pada level 8,85 dollar AS pada debutnya.

Seperti diketahui, GRAB menawarkan berbagai layanan digital seperti transportasi, pengiriman makanan, pemesanan hotel, perbankan online, pembayaran seluler, dan layanan asuransi melalui aplikasinya.

Sebagai super Apps, Grab tersedia di sebagian besar Asia Tenggara, yang kini memiliki 187 juta pengguna di delapan negara.

CEO Altimeter Capital Brad Gerstner, mengatakan, Grab adalah perusahaan ikonik, digerakkan oleh misi, dan dipimpin oleh pendiri yang membuat perbedaan dalam kehidupan orang-orang dan komunitas yang dilayaninya.

“Grab telah menunjukkan pertumbuhan yang tahan lama bahkan selama pandemi dan memainkan peran mendasar dalam digitalisasi Asia Tenggara,” kata Brad.

Baca juga: Grab Bakal IPO di Bursa Nasdaq, Apa Itu?

Kesepakatan Grab termasuk private placement senilai 4 miliar dollar AS yang dipimpin oleh Altimeter Capital Management sebagai bagian dari pembiayaan PIPE, yang merupakan proses bagi perusahaan untuk mengamankan modal dari investor tertentu untuk memungkinkan debut pasar mereka.

BlackRock, T.Rowe Price Associates, Counterpoint Global arm Morgan Stanley Investment Management dan Janus Henderson Investors adalah beberapa investor dalam yang tergabung dalam debut Grab di Nasdaq.

"Kami tidak melihat pertumbuhan dan profitabilitas sebagai sesuatu yang eksklusif. Kami beroperasi di pasar dengan peluang pasar yang besar dan penetrasi yang rendah di seluruh vertikal kami," ujar Anthony Tan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Whats New
LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

Whats New
Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.