Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bina 100 UMKM di Indonesia Timur, Kemenkop UKM Gandeng Krealogi

Kompas.com - 03/12/2021, 15:59 WIB
Elsa Catriana,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menggandeng platform digital bidang manajemen usaha wastra dan kerajinan/kriya yaitu Krealogi oleh Du Anyam.

Hal ini dilalukan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan digitalisasi kepada 100 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Indonesia Timur, yakni di 11 kabupaten atau kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki berharap pelatihan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik oleh para peserta dan menjadikan peserta seorang wirausaha yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi.

"Kepada Krealogi, saya berharap dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pengembangan UMKM di tanah air," kata Menteri Koperasi UKM Teten Masduki dalam jumpa pers secara virtual, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Jokowi Naikan Tunjangan PNS, Ini Besaran dan Kriteria Penerimanya

Teten menilai kegiatan pendampingan dan pembinaan usaha seperti ini harus terus dilakukan sebagai bentuk upaya dalam membangkitkan iklim bisnis UMKM untuk meningkatkan kemampuan manajemen rantai pasok, transformasi digital, dan pengembangan bisnis.

"Tidak lupa saya juga mengucapkan selamat kepada para peserta dari 11 kabupaten atau kota di Provinsi NTT yang sudah mengikuti rangkaian pelatihan bersama Krealogi oleh Du Anyam," kata Teten.

Sementara itu, Co-Founder Krealogi oleh Du Anyam Hanna Keraf mengatakan, pendampingan dan pembinaan usaha yang dilakukan bertujuan untuk menyiapkan wirausaha menghadapi perubahan sosial, budaya, serta kemajuan teknologi yang pesat.

Dia menjelaskan, pendampingan tersebut dimulai dengan proses kurasi peserta untuk menjaring peserta yang memenuhi kriteria. Kriteria tersebut diantaranya berusia 18-39 tahun dan sedang merintis usaha serta memiliki ide atau gagasan bisnis bidang wastra dan kriya di 11 kabupaten atau kota di NTT.

Ke-11 kabupaten atau kota tersebut yakni Kabupaten Lembata, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kota Kupang dan Kabupaten Sikka (Komunitas UMKM Akunitas), Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Meneropong Peluang Industri Healthtech di Indonesia

"Krealogi oleh Du Anyam bersama Kemenkop UKM memang menyasar usia produktif atau milenial untuk mengikuti pelatihan ini karena dinilai lebih terbuka terhadap inovasi dan dekat dengan teknologi," ujar Hanna.

Setelah didapat 100 peserta. proses selanjutnya yakni studi kelayakan untuk memetakan permasalahan bisnis dari setiap peserta yang merupakan pelaku UMKM.

Program yang dilaksanakan secara daring tersebut dilanjutkan dengan pemberian materi melalui 12 modul, yang mencakup materi -materi tentang bagaimana UMKM idealnya menentukan harga modal, menentukan harga jual, menentukan waktu produksi, melakukan pengiriman produk, hingga memenuhi permintaan pasar sesuai yang diharapkan.

"Peserta juga mendapatkan pendampingan konsultasi usaha secara intensif bersama fasilitator dari Krealogi oleh Du Anyam," ujar Hanna.

Selain itu, 2 UMKM terpilih juga mendapatkan pendampingan pemasaran langsung oleh tim pemasaran Krealogi oleh Duanyam dan memiliki kesempatan untuk bisa memperluas pasar mereka, khususnya di wilayah Labuan Bajo.

Program tersebut juga melatih kemampuan para peserta untuk memanfaatkan teknologi mulai dari yang paling sederhana, yakni membiasakan diri mengisi absensi digital hingga mengikuti kelas pembinaan secara daring.

Baca juga: Jelang Nataru, Harga Minyak Goreng dan Cabai Melonjak

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Whats New
Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Whats New
IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

Whats New
Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Whats New
Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Whats New
Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Whats New
KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

Whats New
Defisit APBN Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran Dipatok 2,45 Persen-2,58 Persen

Defisit APBN Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran Dipatok 2,45 Persen-2,58 Persen

Whats New
Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Whats New
Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Whats New
Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi Jadi Head of Citi Commercial Bank

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi Jadi Head of Citi Commercial Bank

Whats New
OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

Whats New
Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com