Kompas.com - 06/12/2021, 09:30 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (6/12/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang melemah pada awal perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.11 WIB, IHSG berada pada level 6.535,01 atau turun 3,49 poin (0,05 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.538,5.

Sebanyak 166 saham melaju di zona hijau dan 224 saham di zona merah. Sedangkan 188 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 916,56 miliar dengan volume 2,32 miliar saham.

Baca juga: Bisakah IHSG Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bursa Asia mixed dengan penurunan Nikkei 0,6 persen, dan Hang Seng Hongkong 0,9 persen. Sementara itu, Strait Times menguat 0,9 persen, dan Shanghai Komposit 0,4 persen.

Wall Street pada penutupan Jumat pekan lalu merah dengan penurunan index Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,17 persen, S&P 500 turun 0,84 persen, dan index acuan saham teknologi Nasdaq melemah 1,9 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal candlestick membentuk long white body setelah rebound di support MA50 dengan stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan.

“IHSG diprediksi menguat. Namun penguatan diperkirakan bersifat sementara mempertimbangkan banyaknya kekhawatiran dan sentimen negatif sepekan terakhir,” kata Dennies dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini juga melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.07 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.437 per dollar AS, atau turun 18 poin (0,12 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.420 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena sentiment negative dari varian baru Covid-19, Omicron. Kekhwatiran pasar terhadap perkembangan virus Omicron masih memberikan sentimen negatif ke pasar aset berisiko pagi ini. Sebagian indeks saham Asia terlihat bergerak negatif.

“Nilai tukar rupiah masih berpotensi dalam tekanan terhadap dollar AS hari ini karena sentimen negatif dari Omicron dan percepatan tapering Bank Sentral AS. Pasar juga masih mengantisipasi kemungkinan percepatan tapering Bank Sentral AS,” kata Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.450 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.380 per dollar AS.

Baca juga: IHSG DItutup Turun 45 Poin, Asing Jual BBCA, SMGR, dan ASII

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.