IHSG Sepanjang 2021 Menguat 10,08 Persen, Sempat Tembus Rekor Tertinggi di Level 6.723

Kompas.com - 31/12/2021, 13:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Sepanjang tahun 2021, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 10,08 persen year to date (ytd), dengan penutupan di level 6.581,48, dibanding periode sama tahun lalu 5.735,46.

Kenaikan tertinggi IHSG terjadi pada November 2021 yakni di level 6.723,38. Sementara posisi IHSG terendah berada di level 5.760,58 yang terjadi di akhir Mei 2021.

“Kenaikan IHSG tersebut sempat menembus rekor baru, yakni di level 6.723,39 pada 22 November 2021, melampaui IHSG sebelum terjadinya pandemi,” kata Inarno Djajadi selaku Direktur Utama BEI, pada seremonial penutupan perdagangan di tahun 2021, Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Akhir Perdagangan 2021, IHSG Melemah 0,29 Persen ke Level 6.581,48

Net foreign buy atau aksi beli bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp 29,68 triliun, sementara di pasar regional mencapai Rp 36,52 triliun.

Dalam setahun ini, sektor yang menopang laju IHSG yakni sektor basic industry dan finansial dengan kenaikan masing-masing 53,2 persen dan 50,52 persen. Sementara sektor mining naik 48,6 persen.

Sektor yang menahan laju IHSG dalam setahun yakni sektor consumer yang mengalami penurunan terdalam yakni 43,59 persen. Diikuti sektor property turun 42,01 persen dan agri yang minus 14,6 persen.

Dalam setahun, kapitalisasi pasar mencapai Rp 8.277 triliun atau naik hampir 18 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yakni Rp 6.970 triliun. Rata – Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat di angka Rp 13,39 triliun atau naik lebih dari 45 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu yakni Rp 9,2 triliun.

Sepanjang tahun ini, frekuensi transaksi harian juga telah mencapai angka 1,29 juta kali transaksi atau naik 91 persen dibandingkan akhir tahun 2020 dan merupakan nilai tertinggi jika dibandingkan dengan Bursa di Kawasan ASEAN sepanjang tiga tahun terakhir.

Rata – rata volume transaksi harian juga mencapai 20,6 miliar saham atau naik lebih dari 80 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Di sisi lain, tahun 2021 diramaikan oleh minat perusahaan untuk memobilisasi dana jangka panjang melaluipasar modal.

Jumlah perusahaan tercatat yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 54 perusahaan, atau dengan kata lain, jumlah perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di BEI mencapai 766 perusahaan.

“Total fund raised IPO saham mencapai Rp 62,61 triliun, naik sebesar 1.022,35 persen dibandingkan dengan tahun 2020 dan merupakan nilai penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia,” tambah dia.

Baca juga: Saham Perbankan, Energi dan Ritel yang Dijagokan Analis pada 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.