Keran Ekspor Batu Bara Kembali Dibuka, Kadin Yakin RI Tak Akan Krisis Energi

Kompas.com - 12/01/2022, 15:45 WIB
Ketua Kadin periode 2021-2026 Arsjad Rasjid Dok. Humas KadinKetua Kadin periode 2021-2026 Arsjad Rasjid

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) menjamin Indonesia tidak akan terjadi krisis energi, walaupun pemerintah membuka kembali ekspor pertambangan batu bara.

"Insyallah, kita meyakini tidak akan terjadi krisis energi," kata Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid saat pelantikan Kadin Provinsi Banten di Lebak, seperti dikutip dari Antara, Rabu (12/1/2022).

Produksi batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia lebih besar dibandingkan kebutuhan, sehingga tidak akan terjadi krisis energi listrik.

Baca juga: Keran Ekspor Batu Bara Kembali Dibuka, Pasokan Listrik PLN Aman?

Meskipun pemerintah kini kembali membuka ekspor, karena persoalan ini adalah persoalan untuk kebangsaan.

Karena itu, Kadin sepakat dan mendukung kebijakan pemerintah mengekspor pertambangan batu bara.

"Kami sangat mendukung ekspor pertambangan batu bara untuk kebangsaan itu, " katanya menjelaskan.

Menurut dia, hingga kini persediaan batu bara melimpah dan mencukupi untuk kebutuhan energi.

Produksi batu bara dari total 50 juta ton per bulan, namun kini yang terserap oleh PLN sekitar 10 juta ton per bulan.

Baca juga: Akhir Gonjang-ganjing Larangan Ekspor Batu Bara...

Dengan demikian, produksi batu bara untuk kebutuhan energi melimpah dan tidak akan terjadi sumber pembangkit listrik.

"Saya kira tidak ada masalah jika pemerintah membuka ekspor batu bara, " katanya menjelaskan.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) mengeluarkan kebijakan melarang perusahaan pertambangan batu bara untuk ekspor.

Kebijakan itu tertuang dalam surat dengan NomorB-1605/MB.05/DJB.B/2021 yang diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2021.

Larangan ekspor batubara ini berlaku mulai 1 Januari 2022 hingga 31 Januari 2022 sehubungan dengan rendahnya pasokan batubara untuk pembangkit listrik domestik. (Mansyur Suryana)

Baca juga: Dibongkar Luhut, PLN Beli Batu Bara dari Makelar, Bukan dari Produsen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.