Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Kompas.com - 25/01/2022, 17:36 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid memproyeksi bisnis kuliner masih akan kinclong di tahun ini. Proyeksi ini didasarkan pada analisa terhadap statistik pengeluaran penduduk per kapita Indonesia.

Berdasarkan data tersebut, sekitar 49 persen rata-rata pengeluaran penduduk per kapita sebulan adalah untuk pengeluaran konsumsi makanan. Konsumsinya didominasi oleh makanan dan minuman jadi.

"Hal ini menunjukkan prospek bisnis kuliner masih menjanjikan pada tahun 2022 baik melalui wisata kuliner maupun aplikasi online," kata Arsjad dalam acara Indonesia Economic Outlook HIPMI, Selasa (25/1/2022).

Baca juga: Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Selain bisnis kuliner, ada beberapa bisnis yang juga diyakini masih tumbuh di tahun 2022. Dari pengeluaran konsumsi non makanan, bisnis properti masih amat menjanjikan di tahun ini.

Arsjad mengungkapkan, penopang bisnis properti adalah kebutuhan masyarakat atas rumah tinggal yang masih tinggi, baik melalui pembelian properti maupun sewa.

Lalu, ada bisnis di bidang teknologi, informasi dan komunikasi yang juga dinilai memiliki prospek cerah.

"Bisnis di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi yang juga terlihat memiliki prospek cukup baik adalah biaya internet, pulsa, serta ekspedisi ataupun logistik," ucap Arsjad.

Bisnis lain yang diperkirakan akan tumbuh positif di tahun 2022 adalah bisnis aneka barang dan jasa, seperti bisnis pakaian jadi dan juga otomotif.

Baca juga: Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Sementara itu, bidang usaha yang berprospek di tahun 2022 adalah teknologi digital. Sebab kata Arsjad, pandemi Covid-19 telah mengakselerasi pertumbuhan teknologi pada layanan komersial dan pemerintahan.

"Sektor ini diperkirakan masih akan terus tumbuh, hingga tahun 2025. Tren ini paling banyak diperkirakan pada sektor e-commerce, pendidikan, kesehatan, dan fintech," beber dia.

Kemudian, ada sektor manufaktur yang merupakan industri unggulan pemerintah pada tahun 2021, yang tetap tumbuh walaupun pada masa pandemi Covid-19. Sektor ini banyak menyerap tenaga kerja.

"Pada tahun 2022 sektor ini diperkirakan akan meningkat disertai berbagai rangsangan dan insentif dari pemerintah," tandas dia.

Baca juga: Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.