Indonesia Malah Diuntungkan dari Perang Rusia–Ukraina? Ini Penjelasannya

Kompas.com - 25/02/2022, 10:45 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menilai dampak ketegangan antara Ukraina dan Rusia terhadap pasar finansial global dan Indonesia relatif terbatas.

Hal ini karena, kawasan Asia memiliki tingkat inflasi yang jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat.

Sehingga, inflasi masih akan tetap berada dalam kisaran yang terkendali di tengah dampak kenaikan harga energi dan berbagai komoditas.

Baca juga: Rusia Serang Ukraina, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Modal Indonesia?

 

Perekonomian dan pasar finansial Indonesia akan relatif lebih terinsulasi (terlindungi) dari dampak konflik Rusia dan Ukraina.

“Inflasi Indonesia yang masih relatif rendah, dan juga sebagai negara produsen dan eksportir energi, komoditas, dan logam terkemuka di dunia, Indonesia juga diuntungkan dari kenaikan harga produk-produk tersebut,” kata Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist MAMI dalam siaran pers, Kamis (24/2/2022).

Baca juga: Joe Biden Cs Tak Balas Invasi Rusia dengan Aksi Militer, Rupiah dan IHSG Hijau Pagi Ini

Katarina mengatakan, fundamental perekonomian Indonesia yang kuat, dengan surplus neraca transaksi berjalan, peningkatan cadangan devisa, nilai tukar rupiah yang stabil, dan perbaikan pertumbuhan ekonomi, membuat Indonesia lebih resilien menghadapi goncangan jangka pendek dari ketegangan geopolitik ini.

Baca juga: Ekonomi Pulih, Indonesia Balik Jadi Negara Berpenghasilan Menengah Atas Pada 2022

Invasi Rusia ke Ukraina sempat direspons negatif oleh pasar

Invasi Rusia ke Ukraina sebelumnya direspons pasar dengan reaksi negatif yang mendorong indeks pasar keuangan di berbagai negara menunjukkan penurunan. Di saat yang sama, harga minyak dan emas mengalami kenaikan.

Hal ini terjadi karena Rusia merupakan salah satu pengekspor energi, produk pertanian, dan logam terbesar di dunia. Peningkatan ketegangan diprediksi akan memicu kenaikan harga energi dan berbagai komoditas serta nilai tukar dolar AS, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan inflasi.

“Efek domino dari peningkatan inflasi di tengah tingginya angka inflasi global akhir-akhir yaitu memicu terjadinya kenaikan imbal hasil US Treasury, yang akan berdampak terhadap pasar finansial dunia,” kata Katarina.

Baca juga: Uni Eropa Siapkan Sanksi untuk Lemahkan Perekonomian Rusia, Aset Dibekukan hingga Akses Bank Dihentikan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.