Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ajak Jepang Investasi di IKN, Rachmat Gobel: Kita Utamakan "Heart to Heart" Bukan "Pocket to Pocket"

Kompas.com - 22/03/2022, 13:31 WIB
Ade Miranti Karunia,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel mengajak Jepang untuk berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikannya saat menerima delegasi parlemen dari Jepang yang mengikuti pertemuan Inter-Parliamentary Union ke 144 di Bali.

"IKN sangat penting dalam pemerataan ekonomi di Indonesia dan juga menjadi visi baru tentang masa depan Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (22/3/2022).

Baca juga: Pemerintah Siapkan Skema untuk Tarik Investor Proyek IKN Nusantara, Seperti Apa?

Dalam setiap pertemuan itu, Gobel menyampaikan poin-poin tentang pentingnya hubungan people to people, pendekatan kebudayaan, dan hubungan ekonomi atas dasar kemitraan yang sejajar.

"Kita harus mengutamakan heart to heart, bukan pocket to pocket. Mutual respect secara otomatis akan menghasilkan mutual benefit," ujarnya.

Gobel mengatakan, ada tiga hal tentang pentingnya investasi Jepang dalam pembangunan IKN. Pertama, Jepang memiliki pengalaman dan juga memiliki teknologi dalam membangun smart city. Kedua, Jepang memiliki visi yang sama dengan Indonesia dalam masalah perubahan iklim.

Dua hal tersebut, kata Gobel, memiliki pengaruh besar dalam pembangunan lingkungan hidup yang sehat, hijau, berkelanjutan, bersih, dan berwawasan teknologi.

"Hal itu misalnya sangat terlihat dalam pembangunan MRT di Jakarta yang tidak mengganggu lingkungan dan saat pembangunan juga tidak mengotori kota," katanya.

Baca juga: Mau Kasih Masukan Soal IKN? Kunjungi Situs ikn.go.id/tentang-ikn

Adapun hal yang ketiga, kata Gobel, pembangunan IKN akan memiliki dampak terhadap pembangunan di kawasan timur Indonesia.

"Selama ini wilayah timur Indonesia adalah yang paling tertinggal dalam pembangunan di Indonesia. Dengan pembangunan IKN ini maka kawasan ini yang akan terkena dampak secara langsung dalam kemajuan ekonomi dan kualitas sumberdaya manusia," kata wakil rakyat dari Gorontalo tersebut.

Gobel menyampaikan bahwa Jepang merupakan mitra strategis untuk Indonesia. Tahun ini sudah 64 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia. Menurut dia, Negara Sakura tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam ekonomi Indonesia. Jepang memiliki investasi yang sangat besar di bidang elektronika, otomotif, dan sebagainya.

"Jepang bukan sekadar berinvestasi membuat barang tapi juga membangun sumberdaya manusianya. Bukan hanya monozukuri tapi juga hotozukuri. Jadi bukan sekadar pajak, investasi, dan tenaga kerja, tapi juga membangun manusia yang mandiri," katanya.

Gobel juga mengatakan, Jepang memiliki keunggulan dalam hal teknologi, dana, efisiensi, teknologi yang ramah lingkungan, dan pola kerja yang bersih. Sedangkan Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar, sumberdaya alam berlimpah, dan keramahan penduduknya.

Baca juga: Jokowi: IKN Nusantara Akan Jadi Motor Inovasi Pembangunan Ekonomi Masa Depan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bos Amazon: Mitos bahwa Robot Bakal Rebut Pekerjaan Manusia

Bos Amazon: Mitos bahwa Robot Bakal Rebut Pekerjaan Manusia

Whats New
Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich agar Tak Picu Masalah

Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich agar Tak Picu Masalah

Earn Smart
Jalan Tol Jogja-Solo Beroperasi Fungsional Saat Arus Balik Lebaran

Jalan Tol Jogja-Solo Beroperasi Fungsional Saat Arus Balik Lebaran

Whats New
Tips Aman Bertransaksi Saat Libur Lebaran

Tips Aman Bertransaksi Saat Libur Lebaran

Whats New
5 Keuntungan Investasi Emas, Pemula Perlu Pahami

5 Keuntungan Investasi Emas, Pemula Perlu Pahami

Earn Smart
InJourney: Pengunjung Candi Prambanan Capai 15.000 Orang Saat Lebaran

InJourney: Pengunjung Candi Prambanan Capai 15.000 Orang Saat Lebaran

Whats New
China Vs India, Siapa yang Akan Jadi Kekuatan Ekonomi Asia?

China Vs India, Siapa yang Akan Jadi Kekuatan Ekonomi Asia?

Whats New
Miliarder Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Penipuan

Miliarder Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Penipuan

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 12 April 2024

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 12 April 2024

Spend Smart
Biaya Hidup Tinggi, Keyakinan Konsumen Thailand Lesu untuk Pertama Kali dalam 8 Bulan

Biaya Hidup Tinggi, Keyakinan Konsumen Thailand Lesu untuk Pertama Kali dalam 8 Bulan

Whats New
ID Food Pastikan Stok Pangan Aman, Masyarakat Diimbau Tak Khawatir dan Tetap Belanja Bijak

ID Food Pastikan Stok Pangan Aman, Masyarakat Diimbau Tak Khawatir dan Tetap Belanja Bijak

Whats New
Kecelakaan Bus di Tol Batang, Rosalia Indah Ucapkan Dukacita dan Siap Tanggung Jawab

Kecelakaan Bus di Tol Batang, Rosalia Indah Ucapkan Dukacita dan Siap Tanggung Jawab

Whats New
Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 5,1 Persen pada Kuartal I 2024, Ini Penyumbangnya

Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 5,1 Persen pada Kuartal I 2024, Ini Penyumbangnya

Whats New
Harga Tiket Rp 35.000, TMII Juga Jadi Tempat Rekreasi Anak Muda

Harga Tiket Rp 35.000, TMII Juga Jadi Tempat Rekreasi Anak Muda

Whats New
Pelaku UMKM Bersyukur, Pemerintah Restui Shop Tokopedia Jadi Wadah bagi Brand Lokal

Pelaku UMKM Bersyukur, Pemerintah Restui Shop Tokopedia Jadi Wadah bagi Brand Lokal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com