Mobilitas Diperlonggar, Survei Zurich Asuransi Catat 90 Persen Responden Bakal Pilih Perjalanan Domestik

Kompas.com - 22/04/2022, 09:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemulihan tren perjalanan dan pariwisata kian menjanjikan dengan pelonggaran pembatasan mobilisasi masyarakat, termasuk untuk mudik dan perjalanan lintas pulau.

Sejalan dengan tren positif tersebut, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich) menawarkan proteksi perjalanan melalui Zurich Travel Insurance.

Apalagi dari survei Balitbang Kementerian Perhubungan Indonesia memprediksi hampir 85 juta orang akan melakukan mudik Lebaran tahun ini atau meningkat sekitar 170 persen dibanding prediksi mudik pada 2021.

Bahkan terjadi pergerakan lebih dari 100.000 penumpang di Bandara Internasional Soekarno Hatta saat Maret 2022.

Baca juga: Bos Zurich: Bisnis Asuransi Semakin Menjanjikan Tahun Depan


Chief Technical Officer Zurich Asuransi Indonesia, Rismauli Silaban (Uli) mengatakan, pada Desember 2021 Zurich mengadakan riset dan mencatat 85 persen responden berencana untuk mengadakan perjalanan dalam enam bulan mendatang dan 90 persen responden merencanakan perjalanan domestik.

Jenis perjalanan yang diminati pun semakin beragam pascapandemi, seperti petualangan di alam, solo traveling, dan wisata religi.

Baca juga: Hasil Riset Ipsos: Shopee jadi E-Commerce yang Paling Banyak Digunakan pada 2021

"Riset ini menjadi fondasi kami dalam mengembangkan Zurich Travel Insurance. Kami sebagai perusahaan asuransi yang berfokus terhadap nasabah menjawab tren perjalanan dan kebutuhan traveler dengan menghadirkan perlindungan untuk berbagai jenis risiko, mulai dari yang paling umum seperti pembatalan perjalanan hingga yang lebih spesifik dan kompleks seperti risiko ketika melakukan kegiatan hobi, olah raga musim dingin atau akibat Covid-19. Zurich Travel Insurance pun juga menawarkan berbagai kemudahan untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin dinamis," katanya secara virtual, Kamis (21/4/2022).

Baca juga: Riset: 70 Persen Perusahaan Keluarga di RI Tidak Bertahan hingga Generasi Kedua

Zurich sebelumnya juga melakukan survei di tahun 2020, untuk melihat perilaku traveler terhadap risiko perjalanan dan kebutuhan asuransinya.

Riset ini mengungkap bahwa nasabah lebih memilih produk asuransi yang paling lengkap jaminannya (46,5 persen) dan yang jaminannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka (46,3 persen).

"Kemanapun destinasinya dan apapun gaya traveling-nya, penurunan kasus Covid-19 jangan sampai membuat kita lengah terhadap risiko perjalanan yang masih mungkin terjadi. Asuransi perjalanan yang lengkap untuk melengkapi perjalanan harus menjadi bagian dari perencanaan," ujar Uli.

Baca juga: Riset Momentum Works: Grab Kokoh Kuasai Layanan Pesan Antar Makanan di Indonesia dengan 49 Persen GMV

Pentingnya produk perlindungan yang sesuai dengan gaya traveling juga disampaikan oleh Travel Blogger, Marischka Prudence.

"Pelonggaran restriksi perjalanan jadi kabar segar bagi semua pecinta traveling. Makin banyak orang mulai merencanakan liburannya, ada yang enggak sabar ke luar negeri, naik gunung, backpacking, maupun tur bersama keluarga. Penting untuk disiapkan dengan baik. Asuransi perjalanan yang mampu memberikan perlindungan yang sesuai dengan gaya traveling kita seperti Zurich Travel Insurance menjadi elemen wajib dalam perencanaan. Jadi, bukan cuma rasa senang, produk seperti Zurich Travel Insurance juga bikin perjalanan lebih tenang," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Rilis
Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Whats New
Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Whats New
OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

Whats New
Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Whats New
Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Whats New
Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Whats New
Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

BrandzView
Lakukan Transformasi Bisnis, Produk Bebas Asap Philip Morris Tersedia di 70 Pasar

Lakukan Transformasi Bisnis, Produk Bebas Asap Philip Morris Tersedia di 70 Pasar

Whats New
Ini Strategi Surveyor Indonesia untuk Dongkrak Pendapatan

Ini Strategi Surveyor Indonesia untuk Dongkrak Pendapatan

Rilis
Jurus Kemenaker Turunkan Jumlah Pengangguran pada Tahun Ini

Jurus Kemenaker Turunkan Jumlah Pengangguran pada Tahun Ini

Whats New
Aplikasi Investasi Ajaib Alami Gangguan, Ini Kata Manajemen

Aplikasi Investasi Ajaib Alami Gangguan, Ini Kata Manajemen

Whats New
Produsen Pelat Baja Gunawan Dianjaya Steel Lirik Potensi Pasar IKN

Produsen Pelat Baja Gunawan Dianjaya Steel Lirik Potensi Pasar IKN

Whats New
Digitalisasi UMKM dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Digitalisasi UMKM dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Whats New
Pendamping Sosial Dinilai Perlu Beralih Status Jadi PPPK

Pendamping Sosial Dinilai Perlu Beralih Status Jadi PPPK

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.