Ini Peran 7 Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Premi Wanaartha Life

Kompas.com - 03/08/2022, 18:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus), Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan tujuh orang yang merupakan pemilik dan petinggi PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) sebagai tersangka.

Adapun, tujuh orang ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan di perusahaan asuransi Wanaartha Life.

"Penyidik Unit 3 Subdit 5 Dittipideksus Polri telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka dalam perkara terkait PT Asuransi Jiwa Adi Sarana WanaArtha," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Polri Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Penggelapan di WanaArtha Life

Jabatan dan peran 7 tersangka kasus Wanaartha Life

Lebih lanjut Nurul menjelaskan, apa jabatan dan peran dari tiap-tiap tersangka yang telah ditetapkan.

Pertama, (YY) atau diduga merujuk pada Yanes Yaneman Matulatuwa sebagai mantan Presiden Direktur atau Direktur Utama Wanaartha Life berperan menandatangani laporan keuangan periode tahun 2014-2020 dan mengabaikan pelanggaran SOP sehingga terjadi tindak pidana.

Kemudian, tersangka (DH) atau diduga merujuk pada Daniel Halim sebagai mantan Direktur Keuangan berperan menandatangani laporan keuangan periode tahun 2014-2020 dan mengabaikan pelanggaran SOP sehingga terjadi tindak pidana

"Saudara (YM) selaku Manager Produk Wal Invest, keterlibatan yang bersangkutan melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan," kata dia.

Tersangka (YM) sendiri diduga merujuk pada Yosef Meni yang merupakan Manajer Produk Wal Invest.

Baca juga: Pemegang Saham Pengendali Akan Suntikkan Modal ke Wanaartha Life

Berikutnya, tersangka keempat adalah (TK) yang diduga merujuk pada Terry Khesuma. Terakhir dia diketahui sebagai Head of Accounting Wanaartha Life.

Nurul mengatakan, keterlibatan yang bersangkutan adalah meneruskan perintah dari (MA) untuk melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan kepada (YM) dan menyediakan data palsu kepada Kantor Akuntan Publik (KAP).

Selanjutnya Nurul menjelaskan, tersangka (MA) merupakan Pemegang Saham mewakili PT. Facend Consolidated Companies dan PKWT ahli investasi.

Tersangka MA sendiri diduga merujuk pada Manfred Armin Pietruschka.

"Keterlibatan yang bersangkutan menyuruh melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan serta penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan PT dan atau premi nasabah," terang dia.

Baca juga: Konsultan Penyehatan Keuangan Wanaartha Life Mundur, Bagaimana Nasib Pencarian Investor?

Berikutnya, tersangka (EL) diduga merujuk pada Evelina Larasati Fadil. Tersangka diketahui merupakan Komisaris Utama dan Pemegang Saham mewakili PT Fadent Consolidated Companies.

"Keterlibatan yang bersangkutan melakukan penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan PT dan atau premi nasabah,” ungkap Nurul.

Terakhir, tersangka ketujuh adalah (RF) yang diduga merujuk pada Rezanantha Pietruschka.

Nurul membeberkan, (RF) selaku Head Divisi Marketing dan Eks Wadir Investasi, terlibat ikut menikmati penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan PT dan atau premi nasabah.

Baca juga: Nasabah Wanaartha Life Tunjuk Auditor, Selidiki Aliran Dana Wanaartha Life

 

Dugaan penggelapan premi Wanaartha Life

Seperti telah diberitakan, kasus dugaan penggelapan WanaArtha Life itu naik ke tahap penyidikan sejak 17 Juni 2022.


Kasus tersebut bermula dari tiga laporan polisi, yakni LP B/0476.VIII.2020/Bareskrim tanggal 5 Agustus 2020.

Kemudian, LP B/0606/X/2020/Bareskrim tanggal 23 Oktober 2020 dan LP B/0108/II/2021/Bareskrim tanggal 16 Februari 2021.

Wanaartha Life sendiri telah dinyatakan gagal bayar atau tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada nasabahnya sejak tahun 2020.

Sebagai informasi, terakhir diketahui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pemegang saham pengendali (PSP) akan menyuntikkan modal guna biaya operasional dan pembayaran kewajiban kepada nasabah.

Rencananya, dana penyuntikan modal ini akan diambil dari penjualan aset milik PSP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.