Ditjen Pajak Evaluasi Insentif PPN Rumah dan PPnBM Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 04/10/2022, 19:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah memberikan insentif pajak di sektor otomotif dan properti berupa Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) kendaraan bermotor dan PPN DTP rumah. Namun insentif pajak ini telah berakhir pada 30 September 2022.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kedua insentif pajak itu akan diperpanjang lagi atau tidak lantaran hal ini masih dalam proses evaluasi.

"Kami mencoba untuk mengevaluasi ya. Saya enggak tahu hasil evaluasinya seperti apa. Jadi kami sampai saat ini melakukan evaluasi apakah akan di-continue atau discontinue," ujarnya saat media briefing di Gedung DJP Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: Dirjen Pajak Pastikan Data Wajib Pajak Masih Aman dari Serangan Hacker

Dia menjelaskan, insentif pajak ini diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan untuk menstimulus pertumbuhan sektor otomotif dan properti.

Sementara selama Januari-Agustus 2022, kedua sektor industri tersebut tercatat telah mengalami pertumbuhan. Pada periode tersebut, industri otomotif tercatat tumbuh 172,2 persen secara year on year (yoy), dibandingkan pada Januari-Agustus 2021 pertumbuhannya tercatat minus 29,4 persen.

Sedangkan industri real estat di periode yang sama tumbuh 7,7 persen, atau lebih lambat pertumbuhannya dibandingkan tahun 2021 yang tumbuh sebesar 11,5 persen.

"Jadi 2 sektor itu sudah mengalami recovery yang bagus. Tapi logika pemberian insentif itu untuk jagain supaya sektor yang diberikan (insentif) itu bergerak," jelasnya.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Kembali Ke Level Rp 15.250 Per Dollar AS

Selain itu, menurut dia, peminat dari insentif pajak PPnBM DPT kendaraan bermotor dan PPN DTP rumah tidak terlalu banyak. Hal ini tercermin dari realisasi PPnBM DTP kendaraan motor yang mencapai Rp 387,46 miliar tapi hanya dimanfaatkan 4 penjual.

"Kalau saya lihat sih pemanfaatannya gak banyak. Untuk case satu ini tidak terlalu besar sebenarnya pemanfaatan," ungkapnya.

Pada 2022, pemerintah kembali menerapkan kebijakan insentif PPN DTP properti. Masa berlakunya hingga 30 September 2022.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.