Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Erick Thohir: G20 Jangan seperti Menara Gading

Kompas.com - 02/11/2022, 18:43 WIB
Kiki Safitri,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, selain menyukseskan ajang G20, pemerintah juga mendorong konferensi yang bersifat people to people dalam ajang Music 20 atau M20 dan Religious 20 atau R20.

Hal ini disampaikan Erick dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Internasional Para Pemimpin Agama atau R20 Indonesia 2022 di Hotel Grand Hyatt, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (2/11/2022).

"Ini tidak lain ini menjadi bagian besar agenda Indonesia yang ingin memastikan G20 tidak hanya bicara antara pemerintah dan pemerintah, tapi juga melibatkan people to people atau masyarakat dan masyarakat," ujar Erick dalam siaran pers, Rabu (2/11/2022).

Baca juga: Pembiayaan Baru Adira Finance Tembus Rp 21,9 Triliun di Kuartal III-2022

Erick mengatakan M20 dan R20 menjadi hal yang baru dalam penyelenggaraan KTT G20. Erick mengungkapkan, R20 dan M20 menawarkan hal berbeda dibanding KTT G20 sebelumnya, dan hal ini akan terus didorong untuk digelar.

“Dengan hadirnya dua event tersebut, ajang M20 dan R20 juga akan terus didorong untuk digelar di negara lain,” ujar Mantan Presiden Inter Milan itu.

Erick mendukung penuh penyelenggaraan Erick mengatakan BUMN mendapat tugas besar dalam menyukseskan dua event besar dalam rangkaian KTT G20. Erick menilai ajang M20 dan R20 cukup penting di Indonesia yang mendukung asas kerakyatan.

"Ini supaya ada kontinuitas, jangan G20 seperti menara gading, tapi tidak memberikan keputusan-keputusan kepada rakyat. Justru ini yang kita coba turunkan, bagaimana di Indonesia beda bahwa people to people movement menjadi penting, itu kenapa ada M20 dan R20," ucap Erick.

Baca juga: Menperin: Capai Target Produksi 2 Juta Motor Listrik Tidak Terlalu Sulit

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu mengatakan, R20 juga menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi rumah bagi keberagamaan dan contoh dalam penerapan toleransi. Dia menegaskan, ajang ini juga dapat menjadi momentum dalam menyelesaikan sejumlah persoalan yang tengah terjadi saat ini, baik dari geopolitik hingga perekonomian yang penuh ketidakpastian.

“Kami sejak awal berkomitmen berkolaborasi dengan para tokoh agama dalam pemulihan ekonomi dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Peran para tokoh agama tidak bisa diabaikan. Saat pandemi, para tokoh agama banyak membantu pemerintah dan masyarakat dalam mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan hingga program vaksinasi," lanjut Erick.

Erick menyebut dukungan yang ditunjukkan para tokoh agama menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia dalam menangani pandemi covid-19. Dia berharap ajang ini dapat semain memperkokoh silaturahmi para tokoh agama di berbagai dunia.

"Kita masih ingat betul, para tokoh agama bekerja keras dalam memberikan pemahaman kepada para jamaah terkait adaptasi dalam ibadah saat pandemi melanda. Ajang ini menjadi pertanda bahwa dengan saling mendengar satu sama lain, kita sama-sama bisa mencari solusi atas berbagai persoalan yang melanda dunia," kata dia.

Baca juga: Gandeng PLN, ION Mobility Bakal Bangun 100 SPLU

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com