Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KLHK Luncurkan Amdalnet untuk Permudah Perizinan Lingkungan

Kompas.com - 07/02/2023, 21:30 WIB
Ade Miranti Karunia,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengatakan, proses pengurusan izin persetujuan lingkungan selalu dikeluhkan biayanya mahal, serta proses yang lama.

Oleh karena itu, sistem informasi dokumen lingkungan hidup Amdalnet diluncurkan untuk mengatasi permasalahan izin tersebut.

"Tantangan isu terhadap proses persetujuan lingkungan secara konvensional kita tahu, kita pahami seperti lamanya proses persetujuan lingkungan. Katanya, biaya pengurusan dokumen lingkungan yang dirasa mahal serta kualitas dokumen lingkungan yang belum sesuai harapan," katanya dalam peluncuran sistem tersebut, Selasa (7/2/2023).

Baca juga: Permintaan Kontraktor Migas ke Pemerintah, dari Insentif hingga Percepatan Izin Amdal

Lebih lanjut kata Siti, jumlah permohonan persetujuan lingkungan di Kementerian LHK juga meningkat cukup signifikan, menjadikan kebutuhan akan penggunaan Amdalnet sangat penting.

"Penggunaan Amdalnet sangat mendukung dalam proses persetujuan lingkungan secara digital menjadikan proses persetujuan lingkungan lebih mudah, lebih cepat, transparan dan akuntabel," ucapnya.

Dia menyebutkan, penggunaan Amdalnet sangat banyak baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Lingkungan (Ditjen PKTL), sebanyak 2,8 juta izin persetujuan lingkungan yang diproses.

Baca juga: KLHK Dorong Produsen AMDK Perbanyak Kemasan Besar agar Daur Ulang Mudah

"Tadi di Jawa Barat saja sudah 17.000, bayangin itu baru satu provinsi loh. Dan yang menengah tinggi itu sampai 1.300 sekian dalam beberapa hari sudah jadi 1.400, jadi ini memang hal-hal yang harus kita antisipasi," ujar Siti Nurbaya.

Siti bilang, Amdalnet sebagai tools atau alat dalam layanan tercepat proses persetujuan lingkungan. Meskipun sampai saat ini, untuk izin untuk golongan kegiatan menengah tinggi dan tinggi masih berproses dan masih secara terbatas terintegrasi.

Lantaran Amdalnet belum sepenuhnya terintegrasi secara langsung dengan sistem milik Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yakni Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Saat ini pihaknya sedang membuat peta jalan (road map) agar bisa terkoneksi dengan OSS.

"Belum dapat secara penuh integrasi dengan OSS RDA. Tadi Pak Dirjen sudah menjelaskan juga road map dan prosesnya untuk sampai ke sana. Namun Amdalnya telah dapat dimanfaatkan atau digunakan untuk saling menunjang," kata dia.

Baca juga: Ada MinyaKita, Omzet Produsen Minyak Goreng Premium Turun Drastis

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Whats New
Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen Meski Catatkan Laba Bersih di 2023

Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen Meski Catatkan Laba Bersih di 2023

Whats New
Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Whats New
Libur Panjang Waisak, Kemenhub Ingatkan Bus Pariwisata yang Beroperasi Harus Laik Jalan dan Berizin

Libur Panjang Waisak, Kemenhub Ingatkan Bus Pariwisata yang Beroperasi Harus Laik Jalan dan Berizin

Whats New
Usai Rilis Logo Baru, Wamen BUMN Kasih Tugas Ini ke Bulog

Usai Rilis Logo Baru, Wamen BUMN Kasih Tugas Ini ke Bulog

Whats New
Anak Usaha Semen Indonesia Alokasikan Separuh Area Pabrik sebagai Hutan Kota

Anak Usaha Semen Indonesia Alokasikan Separuh Area Pabrik sebagai Hutan Kota

Whats New
Sasar Pasar Global, Industri Obat Berbahan Alam di Indonesia Perlu Ditingkatkan Pengembangannya

Sasar Pasar Global, Industri Obat Berbahan Alam di Indonesia Perlu Ditingkatkan Pengembangannya

Whats New
Peruri Punya Logo Baru, Siap Jalani Tugas sebagai 'GovTech' Indonesia

Peruri Punya Logo Baru, Siap Jalani Tugas sebagai "GovTech" Indonesia

Whats New
BUMN Didorong Terapkan Praktik BJR, Seberapa Penting?

BUMN Didorong Terapkan Praktik BJR, Seberapa Penting?

Whats New
Harga Emas Terbaru 23 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 23 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Pemerintah Akan Ambil Alih Lahan Tambang PT Timah yang Dikelola Penambang Liar

Pemerintah Akan Ambil Alih Lahan Tambang PT Timah yang Dikelola Penambang Liar

Whats New
Harga Bahan Pokok Kamis 23 Mei 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 23 Mei 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Kamis 23 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Kamis 23 Mei 2024

Spend Smart
Bos Garuda Bersikukuh Minta Kemenhub Revisi TBA Tiket Pesawat

Bos Garuda Bersikukuh Minta Kemenhub Revisi TBA Tiket Pesawat

Whats New
Risalah The Fed: Batal Turunkan Suku Bunga?

Risalah The Fed: Batal Turunkan Suku Bunga?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com