Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Beli Saham, Tips, dan Strateginya

Kompas.com - 21/02/2023, 14:02 WIB
Mela Arnani

Penulis

KOMPAS.com - Sebagai investor pemula yang ingin berinvestasi di pasar modal, banyak orang mencari tahu mengenai cara beli saham.

Saham adalah instrumen investasi di mana investor melakukan penyertaan modal pada suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Seseorang atau badan usaha yang melakukan pembelian saham dengan menyertakan modal tersebut, memiliki klaim atau hak atas pendapatan perusahaan dan aset perusahaan.

Baca juga: Kenali Apa Itu Investasi Reksa Dana, Jenis, Risiko, dan Keuntungannya

Investor yang sudah membeli saham atau pemilik saham, akan memperoleh dividen atau keuntungan perusahaan.

Perlu diketahui, harga-harga saham mengalami fluktuasi setiap harinya, di pasar sekunder atau bursa aktivitas perdagangan saham sehari-hari.

Lantas, bagaimana cara beli saham di pasar modal, tips, dan strateginya?

Baca juga: Mengenal Apa Itu Saham dan Jenisnya

Cara beli saham

Disadur dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saham suatu emiten di pasar modal bisa dibeli melalui pasar perdana dan pasar sekunder.

  • Beli saham di pasar perdana

Pembelian saham di pasar perdana terjadi saat saham ditawarkan pertama kalinya kepada investor, yang biasa disebut Penawaran Umum Saham Perdana atau IPO atau go public.

  • Beli saham di pasar sekunder

Pembelian saham yang dimiliki investor lainnya melalui Perusahaan Efek (broker) yang menjadi Anggota Bursa.

Jual beli saham melalui sistem perdagangan di Busa Efek Indoensia (Jakarta Automated Trading System/JATS) hanya bisa dilakukan oleh Perusahaan Efek yang menjadi Anggota Bursa.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Obligasi dan Jenisnya

Lebih lanjut, cara beli saham melalui Perusahaan Efek dilakukan oleh investor dengan membuka rekening pada Perusahaan Efek atau broker dengan persyaratan berikut:

  • Mengisi formulir dan menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Mengisi formulis yang sudah disediakan oleh pihak Perusahaan Efek
  • Mengisi formulir Prinsip Mengenal Nasabah, termasuk menyampaikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Membuka rekening di bank sesuai ketentuan Perusahaan Efek bersangkutan dan menyimpan sejumlah uang sebagai deposit awal

Perlu diketahui, masing-masing broker mempunyai ketentuan minimal uang deposit berbeda-beda, dengan rata-rata sekitar Rp 5 juta atau lebih. Nantinya setelah pembelian saham disetujui, investor siap melakukan transaksi.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Investasi Reksadana dan Jenisnya

Tips membeli saham

Seorang investor harus memperhatikan waktu yang tepat untuk membeli saham, bisa dilihar dari dua hal yaitu analisis fundamental dan teknikal.

Analisis fundamental mengacu pada analisa melalui pendekatan kondisi ekonomi, politik, atau melihat tren perkembangan usaha yang ada, salah satunya melalui laporan keuangan.

Sementara itu, analisa teknikal adalah analisa saham melalui pendekatan pergerakan saham pada suatu rentang waktu, termasuk di dalamnya harga, fluktuasi harga, serta informasi titik tertinggi dan terendah suatu saham.

Selain waktu, sebelum melakukan pembelian saham dapat memperhatikan profil dan tingkat likuiditas perusahaan, fluktuasi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tren market, Return of Equity (ROE) atau laba dari investasi pemegang saham di perusahaan tersebut, Earning per Share (EPS) Growth, dan penjualan.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Reksadana dan Jangka Waktunya

Strategi membeli saham

Secara umum, terdapat tiga strategi dalam melakukan pembelian saham sebagai berikut:

  • Buy on Weakness, yakni membeli saham ketiga harganya turun ke level tertentu yang aman untuk dibeli
  • Buy If/On Breakout, yaitu membeli saham saat harganya berhasil menembus level tertentu atau naik menembus resistance (level tertinggi)
  • Buy on Retracement, yakni membeli saham setelah terjadi breakout atau harga bawah. Umumnya, saham yang berhasil breakout akan langsung mengalami kenaikan kencang.

Dari ulasan di atas, itulah cara membeli saham, tips, dan strateginya, yang penting untuk diketahui oleh investor.

Baca juga: Pahami, Ini Risiko dan Keuntungan Investasi Reksadana

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Asuransi Pendidikan Anak dan Tips Memilihnya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Penjelasan Menteri Basuki Soal Tapera: Bukan Dipotong, Terus Hilang

Penjelasan Menteri Basuki Soal Tapera: Bukan Dipotong, Terus Hilang

Whats New
Simak, Kelebihan Instrumen Investasi Syariah untuk Calon Investor

Simak, Kelebihan Instrumen Investasi Syariah untuk Calon Investor

Earn Smart
Allianz Syariah Cetak Kontribusi Peserta Baru Rp 870 Miliar pada 2023

Allianz Syariah Cetak Kontribusi Peserta Baru Rp 870 Miliar pada 2023

Whats New
Konsumsi Elpiji 3 Kg Diproyeksi Bengkak 4,4 Persen di 2024

Konsumsi Elpiji 3 Kg Diproyeksi Bengkak 4,4 Persen di 2024

Whats New
LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

Whats New
Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Whats New
Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Whats New
TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

Whats New
BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

Whats New
Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Whats New
Agar Tak 'Rontok', BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Agar Tak "Rontok", BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Whats New
Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Whats New
Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Whats New
Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Whats New
Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com