Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mendapatkan PIN Prioritas KRL untuk Ibu Hamil

Kompas.com - 21/03/2023, 15:10 WIB
Elsa Catriana,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain TransJakarta, PT KAI Commuter telah menyediakan PIN khusus bagi ibu hamil yang akan menaiki kereta rel listrik (KRL).

Ibu hamil menjadi salah satu penumpang prioritas yang bisa memperoleh tempat duduk saat naik KRL.

Namun syaratnya, ibu hamil harus memiliki PIN Prioritas yang berwarna dasar putih dan pink. Di atasnya bertuliskan label "Ibu Hamil".

Lalu, bagaimana cara mendapatkan PIN prioritas KRL?

Baca juga: Cara Mendapatkan Pin Prioritas Transjakarta untuk Ibu Hamil, Lansia dan Penyandang Disabilitas

Mengutip dari instagram resmi @commuterline, Selasa (21/3/2023), berikut adalah cara mendapatkan PIN Prioritas KRL untuk ibu hamil:

Cara Mendapatkan PIN Prioritas KRL untuk Ibu Hamil

Saat melakukan pendaftaran, kamu akan diminta mengisikan sejumlah informasi seperti nama, tanggal lahir, nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), KMT, nomor handphone, email, serta melampirkan foto diri dan surat tentang usia kehamilan.

Bagi ibu hamil pengumpang KRL baik di Jabodetabek maupun Yogyakarta-Solo, dapat mengisi data diri secara online di laman http://bit.ly/30DZ20k (Jabodetabek) dan laman http://bit.ly/3rRIIGE (Solo-Yogyakarta). Berikut tata cara untuk mendapatkan PIN prioritas KRL untuk ibu hamil:

Baca juga: Cara Beli Tiket KRL Solo-Yogyakarta di Aplikasi Gojek

1. Buka laman sesuai rute operasi KRL

2. Masukkan alamat email, nama sesuai KTP, tanggal lahir, alamat domisili, dan nomor KTP

3. Masukkan 16 digit nomor KMT (terdapat di bagian bawah bagian belakang kartu), dan jika belum memilikinya dapat melakukan pembelian di loket stasiun terdekat

4. Masukkan nomor telepon atau handphone aktifPilih stasiun pengambilan PIN ibu hamil

5. Tentukan tanggal dan bulan pengambilan

6. Masukkan HPL (Hari Perkiraan Lahir)Lampirkan foto penumpang dan surat rumah sakit atau bidan tentang usia kehamilan atau prediksi kelahiran dalam satu foto

7. Setelah memastikan seluruh data yang diisikan benar, klik Submit

Setelah itu, kamu dapat menunggu konfirmasi e-mail balasan untuk mendapatkan nomor registrasi pengambilan PIN. Untuk itu, pastikan alamat e-mail yang dimasukkan aktif.

Setelahnya, kamu bisa meminta PIN Prioritas ke stasiun terdekat dengan menunjukan nomor registrasi.

Baca juga: Syarat dan Cara Tukar Uang Baru untuk Kebutuhan Lebaran 2023

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Turun Rp 8.000, Simak Detail Harga Antam 14 Juni 2024

Turun Rp 8.000, Simak Detail Harga Antam 14 Juni 2024

Spend Smart
Nomor Call Center Bank DKI, Bebas Pulsa?

Nomor Call Center Bank DKI, Bebas Pulsa?

Spend Smart
Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Melemah Masih Lesu

Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Melemah Masih Lesu

Whats New
Pilih 'Kawinkan' EXCL dengan Smartfren, Ini Alasan Axiata

Pilih "Kawinkan" EXCL dengan Smartfren, Ini Alasan Axiata

Whats New
Hasil Usaha DPLK Muamalat Tumbuh 36,6 Persen Per Kuartal I-2024

Hasil Usaha DPLK Muamalat Tumbuh 36,6 Persen Per Kuartal I-2024

Whats New
Bahan Pokok Jumat 14 Juni 2024: Harga Cabai Merah Keriting Naik, Tepung Terigu Turun

Bahan Pokok Jumat 14 Juni 2024: Harga Cabai Merah Keriting Naik, Tepung Terigu Turun

Whats New
IHSG Diperkirakan Masih Lesu, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diperkirakan Masih Lesu, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Kekhawatiran Lembaga Keuangan Dunia akan APBN Indonesia Era Prabowo

Kekhawatiran Lembaga Keuangan Dunia akan APBN Indonesia Era Prabowo

Whats New
Data Inflasi Topang Saham-saham di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Lagi

Data Inflasi Topang Saham-saham di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Lagi

Whats New
Apa Kabar Rencana Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat?

Apa Kabar Rencana Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat?

Whats New
Kalla Group Terapkan ESG dalam Pengembangan Bisnis dan Budaya Perusahaan

Kalla Group Terapkan ESG dalam Pengembangan Bisnis dan Budaya Perusahaan

Whats New
Kekhawatiran Pemerintah Indonesia Gagal Jadi Negara Maju

Kekhawatiran Pemerintah Indonesia Gagal Jadi Negara Maju

Whats New
OJK: Premi Asuransi 'Unitlink' Masih Alami Kontraksi

OJK: Premi Asuransi "Unitlink" Masih Alami Kontraksi

Whats New
[POPULER MONEY] Ramalan Terbaru Bank Dunia terhadap Ekonomi Indonesia | Tawaran Program Prakeja bagi Gen Z yang Menganggur

[POPULER MONEY] Ramalan Terbaru Bank Dunia terhadap Ekonomi Indonesia | Tawaran Program Prakeja bagi Gen Z yang Menganggur

Whats New
Banyak Perusahaan Tekstil Lakukan PHK, Menaker: Hak-hak Pekerja Harus Diberikan

Banyak Perusahaan Tekstil Lakukan PHK, Menaker: Hak-hak Pekerja Harus Diberikan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com