Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surati Erick Thohir, Menteri PUPR Minta BUMN Karya Tidak Gunakan APBN untuk Bayar Utang

Kompas.com - 10/08/2023, 15:10 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengirimkan surat ke Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait permasalahan sejumlah BUMN Karya.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja. Endra bilang, dalam suratnya Menteri PUPR meminta agar BUMN Karya tidak memakai dana proyek yang bersumber dari APBN untuk bayar utang ke perbankan.

"Pak Menteri sudah menyurati Menteri BUMN, menyampaikan ada proyek-proyek strategis nasional atau proyek-proyek prioritas, jumlahnya hampir Rp 118 triliun, itu yang bersumber dari APBN, termasuk IKN, itu yang hanya di BUMN Karya ya," ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (9/8/2023).

Dia menjelaskan, proyek prioritas pemerintah yang kerap dikerjakan BUMN Karya, dibangun menggunakan APBN yang digarap dengan kontrak tahun jamak (multiyears). Artinya pelaksanaan pekerjaannya mengikat dana APBN untuk masa lebih dari satu tahun anggaran.

Baca juga: Utang BUMN Waskita Tembus Rp 84 Triliun, 5 Tahun Tak Pernah Untung

"Yang multiyears maupun yang tahun ini, jadi multiyears itu ada yang mulai dari 2020, 2021 ya. Artinya masih ada uangnya sekarang. Nah itu kan harusnya dipisahkan dari persoalan restrukturisasi, karena restrukturisasi kan tidak semuanya atau bahkan tidak ada kaitannya dengan APBN. APBN kan jelas, selesai proyeknya langsung kita bayar," jelasnya.

Misalnya, progres proyek yang dikerjakan BUMN Karya sudah 20 persen, maka APBN akan membayar sebanyak 20 persen dari dana APBN. Dana yang sudah dibayar dari APBN inilah jangan digunakan untuk membayar utang kepada perbankan.

"Kalau penyebab dari misalkan gagal bayar terhadap bunga kredit ataupun kewajiban-kewajiban korporasinya, karena aksi-korporasinya itu kan tidak ada kaitannya dengan APBN. Misalkan dengan investasinya di sektor lain di luar infrastruktur misalkan begitu ya," ucapnya.

Selain itu, Menteri PUPR juga meminta agar pembangunan proyek yang dikerjakan BUMN Karya tidak terganggu dengan permasalahan restrukturisasi utang BUMN Karya.

Baca juga: Meski Keuangan Karut-marut, Waskita Diserahi Proyek Terbanyak di IKN

"Itu kan tugasnya Pak Menteri BUMN untuk mengkonsolidasikan diri. Artinya proses restrukturisasi jalan terus tapi program strategis juga tidak terganggu. Bahwa ini sudah diperintah oleh Pak Presiden, enggak boleh, artinya jangan sampai ada ada masalah di situ, itu pesan utama," tuturnya.

Adapun salah satu BUMN Karya yang sedang menghadapi permasalahan ini ialah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Bahkan Menteri BUMN sampai membuka opsi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) untuk Waskita Karya yang tidak mampu bayar utang.

Seperti diketahui, Waskita mengumumkan tidak dapat melakukan pembayaran bunga ke-12 dan pelunasan pokok atas obligasi berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020, yang jatuh tempo pada 6 Agustus 2023.

Baca juga: Sederet Upaya Sehatkan Waskita Karya dari Keterpurukan

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Emiten Ritel RANC Absen Bagi Dividen, Ini Sebabnya

Emiten Ritel RANC Absen Bagi Dividen, Ini Sebabnya

Whats New
Dukung Ekosistem Urban Terintegrasi, Bank Mandiri Perkuat Kemitraan dengan Lippo Group

Dukung Ekosistem Urban Terintegrasi, Bank Mandiri Perkuat Kemitraan dengan Lippo Group

Whats New
OJK: Proses Merger Bank MNC dan Nobu Masih Lanjut, Saat Ini Tahap 'Cross Ownership'

OJK: Proses Merger Bank MNC dan Nobu Masih Lanjut, Saat Ini Tahap "Cross Ownership"

Whats New
Kondisi Perekonomian Global Membaik, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6,25 Persen

Kondisi Perekonomian Global Membaik, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6,25 Persen

Whats New
Indonesia Mampu Menghasilkan Karet Lebih Besar daripada Amerika Serikat

Indonesia Mampu Menghasilkan Karet Lebih Besar daripada Amerika Serikat

Whats New
Citi Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 665,9 Miliar pada Kuartal I-2024

Citi Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 665,9 Miliar pada Kuartal I-2024

Whats New
Perkebunan Karet Besar di Indonesia Banyak Dijumpai di Mana?

Perkebunan Karet Besar di Indonesia Banyak Dijumpai di Mana?

Whats New
Hampir 10 Juta Gen Z Nganggur, Menyingkap Sisi Gelap Generasi Z

Hampir 10 Juta Gen Z Nganggur, Menyingkap Sisi Gelap Generasi Z

Whats New
Ada Relaksasi Aturan Impor, Menkop Berharap Bisnis UMKM Tidak Terganggu

Ada Relaksasi Aturan Impor, Menkop Berharap Bisnis UMKM Tidak Terganggu

Whats New
Pesawat SQ321 Alami Turbulensi, Ini Kata CEO Singapore Airlines

Pesawat SQ321 Alami Turbulensi, Ini Kata CEO Singapore Airlines

Whats New
10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia

10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia

Whats New
5 Dekade Hubungan Indonesia-Korsel, Kerja Sama Industri, Perdagangan, dan Transisi Energi Meningkat

5 Dekade Hubungan Indonesia-Korsel, Kerja Sama Industri, Perdagangan, dan Transisi Energi Meningkat

Whats New
Negara Penghasil Karet Terbesar Ketiga di Dunia adalah Vietnam

Negara Penghasil Karet Terbesar Ketiga di Dunia adalah Vietnam

Whats New
OJK Cabut Izin BPR Bank Jepara Artha di Jawa Tengah

OJK Cabut Izin BPR Bank Jepara Artha di Jawa Tengah

Whats New
Efek Taylor Swift, Maskapai Penerbangan Catat Lonjakan Perjalanan Udara ke Eropa

Efek Taylor Swift, Maskapai Penerbangan Catat Lonjakan Perjalanan Udara ke Eropa

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com