Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Impor Kopi Melonjak, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 24/10/2023, 16:04 WIB
Yoga Sukmana

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Impor kopi di Indonesia terus meningkat menyusul penurunan produksi dan meningkatnya kebutuhan kopi.

Cuaca dan krisis iklim La Lina disebut sebagai salah satu efek dari penurunan produktivitas petani kopi.

Global Coffee Trader sekaligus Founding Chairman Indonesia Coffee Summit 2023 Moelyono Soesilo mengatakan, produksi kopi di Indonesia tahun ini mengalami penurunan hingga 30 persen karena cuaca kemarau basah di tahun 2022 yang mengakibatkan pembuahan di September gagal dan berakibat penurunan panen di tahun ini.

Baca juga: PT PPI akan Ekspor Kopi ke Mesir Sebanyak 950 Ton

Ia menjelaskan, efek penurunan produksi ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan kopi masyarakat di Indonesia yang stabil bahkan cenderung meningkat sehingga butuh impor untuk mengisi kebutuhan di dalam negeri.

"Karena di di dalam negeri defisit, maka kita melakukan impor," kata Moelyono saat ditemui Kontan.co.id, di Jakarta, Senin (23/10/2023).

Mengacu data impor komoditas pangan tertentu yang disajikan Badan Pusat Statistik (BPS), impor kopi pada Januari 2023 sebanyak 1,41 juta kilogram, naik 81,14 persen dibanding Januari 2023 dan naik 102,63 dibanding Desember 2022.

Baca juga: Cerita Petani Kopi Sistem Pagar di Lampung, Panen Meningkat 3 Kali Lipat

Kopi impor pada awal tahun ini paling banyak didatangkan dari Vietnam dengan volume sebesar 981.940 kilogram. Catatan impor itu naik hingga 53.324,7 persen yoy atau naik sebesar 2.318,94 persen mtm.

Setelah itu, impor kopi terbesar selanjutnya dari Brasil sebanyak 115.200 kilogram atau turun 81,23 persen yoy dan turun 72,22 persen mtm, Malaysia 64.200 kilogram atau turun 20,66 persen mtm dan naik 37,56 ersen yoy dan dari Swiss 5.270 kilogram atau naik 1.658,00 persen yoy dan naik 44,26 persen mtm.

Seperti diketahui, Indonesia juga termasuk negara penghasil dan eksportir kopi terbesar keempat di dunia. Secara urutan, Indonesia menempati posisi keempat negara dengan ekspor kopi terbesar setelah Brasil yang memasok sebanyak 40 persen kebutuhan kopi di dunia sebagai produsen global.

Baca juga: Kopi Masuk Sasaran UU Anti Deforestasi, Eksportir: Di Eropa Sendiri Masih Bingung...

Kedua Vietnam, negara di Asia Tenggara ini setiap tahunnya berhasil mengekspor kopi sebanyak 1,5 juta ton kopi ke berbagai negara di dunia. Dan yang ketiga, Kolombia yang mampu memproduksi sekitar 760 ribu ton kopi per tahunnya.

Akan tetapi, krisis iklim ekstrem akibat dari El Nino dan La Nina berpengaruh signifikan terhadap penurunan produksi kopi dan pada lahan di semua daerah sentra produksi di Indonesia.

Moelyono menuturkan, kebutuhan akan kopi saat ini terus meningkat. Potensi besar ini masih di area Pulau Jawa, kota-kota tersier yang perbatasan dengan kabupaten.

Adapun menurutnya bisnis kopi saat ini belum menentu lantaran kondisi cuaca juga yang belum menentu yang berpengaruh terhadap masa panen. (Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo)

Baca juga: Bantu Regenerasi Petani Kopi, CEO Garut Indonesian Coffee Gelar Sekolah Acarya

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Ini Penyebab Impor Kopi di Indonesia Terus Melonjak

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Berhasil Raih Omzet hingga Rp 1 Miliar, Madame Malla Buktikan Shopee Live Kanal Penjualan Efektif

Berhasil Raih Omzet hingga Rp 1 Miliar, Madame Malla Buktikan Shopee Live Kanal Penjualan Efektif

Smartpreneur
Produsen Makanan Merek Almonesia dan John Farmer Berencana IPO, Lepas 20 Persen Saham ke Publik

Produsen Makanan Merek Almonesia dan John Farmer Berencana IPO, Lepas 20 Persen Saham ke Publik

Whats New
Manfaatkan Kerja Sama, Perta Arun Gas Geber Bisnis LNG di Indonesia

Manfaatkan Kerja Sama, Perta Arun Gas Geber Bisnis LNG di Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran 'Cash' Melanggar Aturan?

[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran "Cash" Melanggar Aturan?

Whats New
Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Whats New
Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Whats New
Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Whats New
Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Whats New
Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Whats New
Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Whats New
Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Spend Smart
Ada Indikasi 'Fraud' Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Ada Indikasi "Fraud" Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Whats New
AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

Whats New
5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

Spend Smart
Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com