Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Pemimpin Tipe "Micromanagement" Itu "Red Flag"

Kompas.com - 19/12/2023, 12:05 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Rangga Septio Wardana dan Brigitta Valencia Bellion

KOMPAS.com - Kepemimpinan merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap orang. Namun kenyataannya, tak semua orang memiliki gaya kepemimpinan yang baik untuk keberlangsungan organisasi atau perusahaan.

Seorang pemimpin harus bisa menanggulangi micromanaging dengan menguatkan kepercayaan. Atasan perlu memberi ruang untuk anggota timnya dalam memikirkan taktik dan metode bekerja yang nyaman.

Dengan demikian, seorang pemimpin memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir strategis dan melihat visi dari bisnisnya. Hal ini pun diterapkan oleh Roy Simangunson, County Head Indonesia at MoEngage dalam siniar Obsesif dengan tautan dik.si/obsesifpodcast.

Menurut International Journal of Business Management Invention, gaya kepemimpinan micromanaging harus dihindari karena memiliki beberapa dampak negatif. Micromanaging merupakan gaya kepemimpinan dengan melakukan pengawasan yang berlebih terhadap kinerja bawahan.

Kebanyakan pemimpin yang menerapkan micromanagement umumnya sangat minim dalam hal delegasi. Mereka akan selalu mengontrol dan mengatur cara kerja bawahannya.

Tanpa disadari, hal tersebut hanya akan membuat karyawan menjadi stres dan tertekan dan menghambat mereka untuk berkembang.

Dari hasil survei terhadap pekerja di Amerika Serikat, ditemukan bahwa micromanagement cenderung membawa dampak negatif, salah satunya menurunkan produktivitas karyawan.

Bahaya Micromanagement di Tempat Kerja

Lantas, seperti apa bahaya micromanagement di tempat kerja? Berikut penjelasannya.

Meningkatkan Stres dalam Bekerja

Stres dalam bekerja dapat meningkat secara drastis ketika harus menghadapi atasan yang over protective. Hal ini mengakibatkan karyawan tak diberikan kebebasan untuk menyampaikan ide dan pemikirannya.

Baca juga: Budaya Kerja Positif Kunci Sukses Perusahaan

Karyawan juga akan merasa dikendalikan, sehingga ia terkekang dan stres. Padahal setiap pemimpin punya tanggung jawab lain yang lebih besar dari sekadar mengawasi bawahan.

Menghancurkan Potensi Karyawan

Orang yang menerapkan micromanagement cenderung menutup diri terhadap masukan orang lain, termasuk bawahannya. Mereka cenderung takut melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan.

Akibatnya, karyawan jadi kesulitan menunjukkan potensinya sehingga sulit untuk berkembang. Mereka bahkan takut untuk mengambil inisiatif karena atasan yang selalu mengawasinya.

Menghambat Kesuksesan Perusahaan

Pemimpin yang menerapkan micromanaging cenderung perfeksionis, tetapi di saat yang bersamaan ia hanya percaya pada dirinya sendiri. Padahal, yang menurutnya sempurna belum tentu yang terbaik bagi kemajuan perusahaan.

Pasalnya, perusahaan dapat dikatakan berhasil jika melibatkan seluruh karyawannya.

Baca juga: Pemimpin sebagai Fasilitator untuk Ciptakan Budaya Kinerja Tinggi

Dengarkan informasi lengkapnya dalam siniar Obsesif. Di sana, ada pula beragam informasi menarik seputar dunia kerja untuk job seeker dan fresh graduate.

Ikuti siniar Obsesif dan akses playlist-nya di YouTube Medio by KG Media sekarang juga agar kalian tak tertinggal tiap episode terbarunya!

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Forum APEC SMEWG, Menteri Teten Ajak Tingkatkan Kolaborasi terkait UKM

Forum APEC SMEWG, Menteri Teten Ajak Tingkatkan Kolaborasi terkait UKM

Whats New
Ekonom Sebut Program Gas Murah Berisiko Bikin Defisit APBN

Ekonom Sebut Program Gas Murah Berisiko Bikin Defisit APBN

Whats New
Hartadinata Abadi Bakal Tebar Dividen Rp 15 Per Saham

Hartadinata Abadi Bakal Tebar Dividen Rp 15 Per Saham

Whats New
Penjelasan DHL soal Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta

Penjelasan DHL soal Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta

Whats New
Stok Lampu Bisa Langka gara-gara Implementasi Permendag 36/2023

Stok Lampu Bisa Langka gara-gara Implementasi Permendag 36/2023

Whats New
IHSG Ditutup Naik 63 Poin, Rupiah Menguat di Bawah Level 16.200

IHSG Ditutup Naik 63 Poin, Rupiah Menguat di Bawah Level 16.200

Whats New
Jam Operasional Pegadaian Senin-Kamis, Jumat, dan Sabtu Terbaru

Jam Operasional Pegadaian Senin-Kamis, Jumat, dan Sabtu Terbaru

Whats New
Bos BI Optimistis Rupiah Bakal Kembali di Bawah Rp 16.000 Per Dollar AS

Bos BI Optimistis Rupiah Bakal Kembali di Bawah Rp 16.000 Per Dollar AS

Whats New
Mendag Ungkap Penyebab Harga Bawang Merah Tembus Rp 80.000 Per Kilogram

Mendag Ungkap Penyebab Harga Bawang Merah Tembus Rp 80.000 Per Kilogram

Whats New
Hadapi Tantangan Perubahan Iklim, Kementan Gencarkan Pompanisasi hingga Percepat Tanam Padi

Hadapi Tantangan Perubahan Iklim, Kementan Gencarkan Pompanisasi hingga Percepat Tanam Padi

Whats New
Panen Ganda Kelapa Sawit dan Padi Gogo, Program PSR dan Kesatria Untungkan Petani

Panen Ganda Kelapa Sawit dan Padi Gogo, Program PSR dan Kesatria Untungkan Petani

Whats New
Alasan BI Menaikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6,25 Persen

Alasan BI Menaikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6,25 Persen

Whats New
Cara dan Syarat Gadai Sertifikat Rumah di Pegadaian

Cara dan Syarat Gadai Sertifikat Rumah di Pegadaian

Earn Smart
Cara dan Syarat Gadai HP di Pegadaian, Plus Bunga dan Biaya Adminnya

Cara dan Syarat Gadai HP di Pegadaian, Plus Bunga dan Biaya Adminnya

Earn Smart
Peringati Hari Konsumen Nasional, Mendag Ingatkan Pengusaha Jangan Curang jika Mau Maju

Peringati Hari Konsumen Nasional, Mendag Ingatkan Pengusaha Jangan Curang jika Mau Maju

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com