Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beli Beras di Ritel Dibatasi Maksimal 10 Kilogram Per Konsumen

Kompas.com - 12/02/2024, 18:40 WIB
Elsa Catriana,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menyatakan pembelian beras di ritel modern dibatasi maksimal 10 kilogram ke konsumen.

“Ini memang kita batasi maksimal 2 pieces yang kemasan 5 kilogram per konsumen. Pembatasan ini supaya ada pemerataan sehingga tidak ada yang beli berlebihan,” ujar Roy saat ditemui media di Pusat Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Lebih lanjut Roy mengatakan, meskipun ritel akan diguyur beras oleh pemerintah selama seminggu ini, pembatasan pembelian akan tetap dilakukan agar tidak ada yang berlomba-lomba memborong membeli beras atau panic buying yang bisa menimbulkan potensi kelangkaan pada beras.

Baca juga: Harga Beras Tinggi, Akankah HET Direvisi?

Adapun selama seminggu ini pemerintah akan menggelontorkan 5.000 ton beras SPHP dan 230 ton beras komersial.

“Kan ritel itu untuk kebutuhan rumah tangga bukan untuk disimpan lagi atau untuk dijual lagi dan lain sebagainya jadi untuk pemerataan harus kita batasi," sebut Roy. 

Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebutkan target beras SPHP yang akan dilepas ke ritel selama sebulan ini sebanyak 250.000 ton. Kemudian untuk beras komersial sudah disiapkan hingga 200.000 ton yang akan direncanakan disalurkan secara bertahap.

“Ini bertahap dan berproses. Semoga dengan pembatasan ini masyarakat bisa rata mendapatkan harga beras yang sesuai HET. Ri ritel harganya sesuai HET, jadi di saat harga beras tinggi, ritel tetap harus menjual sesuai HET,” kata Arief.

Baca juga: Bapanas Janji Beras Tak Langka Lagi di Toko Ritel Modern Pekan Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com