Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Telkom dan NEC Kerja Sama Kembangkan "Smart City" di IKN

Kompas.com - 20/03/2024, 22:56 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi informasi PT NEC Indonesia meneken kerja sama dengan BUMN telekomunikasi PT Telkom Indonesia untuk mengembangkan smart city di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tak hanya di IKN, kerja sama keduanya juga akan meluas ke kota-kota lain di Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan layak huni bagi masyarakat dengan mengadopsi teknologi digital dalam sistem operasional kota.

Dalam kerja sama ini, NEC dan Telkom akan merumuskan strategi, roadmap, desain, dan implementasi Smart City untuk kota-kota di Indonesia dengan fokus pertama pada pengembangan di IKN yang rencananya akan beroperasi pada tahun 2024.

Baca juga: Microsoft Ikut Terlibat Bangun Smart City IKN Nusantara

Ermono Liman Prabowo, VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture Telkom Indonesia mengatakan, pihaknya berkomitmen kuat untuk mempercepat digitalisasi di seluruh Indonesia melalui konektivitas, platform dan layanan digital khususnya dalam membangun IKN menjadi smart city.

"Kami senang dapat berkolaborasi dengan NEC untuk mendukung pengembangan ICT kelas dunia di IKN," ujar Ermono yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penyiapan Layanan Information and Communication Technology (ICT) untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menambahkan, Telkom Indonesia saat ini juga tengah membangun Telkom Smart Office di kawasan IKN sebagai upaya penguatan pengembangan IKN dengan infrastruktur digital yang lengkap antara lain Konektivitas Digital, Platform Digital, dan Layanan Digital.

Baca juga: 3 Kota Indonesia Masuk Smart City Index, Erick Thohir: Saya Kaget, Kok Surabaya Tidak Masuk

Joji Yamamoto, Presiden Direktur NEC Indonesia mengatakan, pihaknya merasa terhormat telah diberi kesempatan untuk berkolaborasi dalam percepatan pengembangan Smart City di IKN dan kota-kota lain di Indonesia.

Ia menjelaskan, NEC memahami bahwa setiap kota memiliki pendekatan dan kebutuhan yang
berbeda-beda dalam menciptakan ruang yang layak huni juga berkelanjutan bagi warganya.

"NEC telah mendukung banyak kota di dunia dengan berfokus pada penanggulangan tantangan sosial melalui transformasi digital dalam tata kelola, lingkungan, masyarakat, dan ekonomi untuk memperkaya kehidupan warganya," katanya.

Baca juga: BKN: Pemindahan ASN ke IKN Bukan Pemaksaan, tapi Kewajiban

Sebelumnya, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga meneken kerja sama dengan penyedia teknologi terkemuka Siemens dalam rangka pengembangan smart city di IKN, pada 17 April 2024 lalu di Hannover, Jerman.

Kerja sama terkait kolaborasi dalam pengembangan sektor smart energy, smart city, smart building, infrastruktur mobilitas cerdas, dan sistem otomasi industri cerdas di IKN.

OIKN bermaksud untuk membangun IKN menjadi kota pintar yang menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan kemampuannya, mengurangi biaya dan konsumsi, serta terlibat lebih aktif dan efektif dengan warganya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya

Catat, Ini Daftar Limit Transfer BCA Terbaru 2024

Catat, Ini Daftar Limit Transfer BCA Terbaru 2024

Work Smart
Lowongan Kerja Pertamina Training & Consulting untuk D3-S1, Simak Kualifikasinya

Lowongan Kerja Pertamina Training & Consulting untuk D3-S1, Simak Kualifikasinya

Work Smart
WNA Sebut IKN 'Ibukota Koruptor Nepotisme', Kementerian PUPR Buka Suara

WNA Sebut IKN "Ibukota Koruptor Nepotisme", Kementerian PUPR Buka Suara

Whats New
Berapa Kali Salah PIN ATM BNI Terblokir?

Berapa Kali Salah PIN ATM BNI Terblokir?

Spend Smart
PIN ATM BNI Terblokir, Ini Cara Mengatasinya

PIN ATM BNI Terblokir, Ini Cara Mengatasinya

Spend Smart
Luhut Dorong Kerja Sama Transisi Energi dengan China

Luhut Dorong Kerja Sama Transisi Energi dengan China

Whats New
Serikat Pekerja Angkasa Pura II Minta Penggabungan AP I dan II Ditunda, Ini Alasannya

Serikat Pekerja Angkasa Pura II Minta Penggabungan AP I dan II Ditunda, Ini Alasannya

Whats New
Berapa Biaya Admin Bank BCA? Ini Daftarnya Sesuai Jenis Kartu

Berapa Biaya Admin Bank BCA? Ini Daftarnya Sesuai Jenis Kartu

Whats New
Apa Kendala Digitalisasi Keuangan di Pedesaan?

Apa Kendala Digitalisasi Keuangan di Pedesaan?

Whats New
Jelang Long Weekend, KCIC Perkirakan Penumpang Whoosh Melonjak 20 Persen

Jelang Long Weekend, KCIC Perkirakan Penumpang Whoosh Melonjak 20 Persen

Whats New
Pemerintah Klaim Target Produksi Minyak 1 Juta Barrel Dongkrak Investasi

Pemerintah Klaim Target Produksi Minyak 1 Juta Barrel Dongkrak Investasi

Whats New
BPK: Negara Berpotensi Kehilangan PNBP Rp 3 Triliun dari Kebijakan Bebas Visa Kunjungan

BPK: Negara Berpotensi Kehilangan PNBP Rp 3 Triliun dari Kebijakan Bebas Visa Kunjungan

Whats New
Tingkatkan Akurasi dan Percepat Proses Akuntansi hingga 83 Persen, Software ERP Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis pada 2024

Tingkatkan Akurasi dan Percepat Proses Akuntansi hingga 83 Persen, Software ERP Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis pada 2024

Whats New
Bulog Akan Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Ombudsman Sebut Terobosan Bagus

Bulog Akan Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Ombudsman Sebut Terobosan Bagus

Whats New
IHSG Ambles 1,42 Persen, Rupiah Anjlok ke Level Rp 16.412

IHSG Ambles 1,42 Persen, Rupiah Anjlok ke Level Rp 16.412

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com