Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Gede Cadhu Wibawa
Tentara Nasional Indonesia

Pengamat dan Akademisi bidang Ketahanan, Politik dan Kebijakan Publik

Efek Domino Kereta Cepat Brunei-IKN

Kompas.com - 06/04/2024, 16:01 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

BRUNERGY Utama Sdn Bdh, perusahaan infrastruktur milik Brunei, mengumumkan rencana megaproyeknya untuk membangun kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan tiga negara, yakni Brunei, Indonesia dan Malaysia.

Brunergy merencanakan menyambungkan beberapa kota di Indonesia yang mencangkup Pontianak, Samarinda dan juga IKN dalam rute railway-nya.

Rencana ini belum ada komunikasi resmi, baik kepada pemerintah Indonesia maupun ke KAI.

Rencana kereta cepat Brunei-IKN ini bisa menjadikan angin sejuk di sektor pembangunan di Kalimantan. Jika proyek ini terealisasi, maka mampu menciptakan efek gelombang atau “Efek Domino” yang mendorong pertumbuhan sektor terkait. Salah satunya menghindupkan kembali Proyek Kereta Api (KA) Borneo.

Sebagaimana yang pernah digagas oleh Kemenhub, Kalimantan merupakan salah satu dari sasaran pembangunan infrastruktur kereta sesuai National Railway Master Plan 2030 yang saat ini masih fokus dalam pembangunan di Sulawesi.

Proyek KA Borneo merupakan proyek kereta pertama di Kalimantan yang akan melintasi kabupaten penanjam paser utara atau lokasi IKN. Namun terlanjur dibatalkan akibat pemilik modal memilih untuk mundur untuk berinvestasi pada proyek senilai Rp 53,3 triliun tersebut.

Proyek kereta cepat Brunei-IKN dirasa mampu berdampak positif dalam menstimulus pengembangan jalur kereta api domestik.

Tentunya hal ini akan menarik para investor untuk berinvestasi lebih lanjut dalam pengembangan infrastruktur kereta api lainnya, termasuk untuk meneruskan proyek KA Borneo yang sempat dibatalkan. Sehingga dapat mendorong kesuksesan rencana induk kereta api nasional 2030.

Bangkitnya transportasi di Kalimantan secara otomatis akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal.

Salah satu akademisi terkemuka di bidang transportation geography, Jean-Paul Rodrigue mengemukakan bahwa pengembangan tranportasi seperti jalur kereta akan mampu memberikan keuntungan berlipat ganda dari sisi ekonomi dan kesempatan sosial di wilayah sekitar.

Distribusi barang yang selama ini susah di Kalimantan akan semakin mudah berjalan, serta taraf kehidupan akan meningkat dengan adanya interaksi dari datangnya tenaga kerja dan ramainya perdagangan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Selain itu dari sekor pariwisata, menikmati kebudayaan dan keindahan alam khas Kalimantan semakin mudah untuk dijangkau.

Sehingga akan kehadiran kereta di kalimantan menyajikan daya tarik tersendiri untuk para turis lokal maupun asing dalam berwisata melalui jalur kereta api.

Dampak positif lainnya dari sisi regional, tentunya akan semakin memperkuat hubungan antara Indonesia, Malaysia dan Brunei.

Kehadiran Kereta cepat ini mampu meningkatkan pengembangan ekonomi regional, peningkatan mobilitas tenaga kerja yang mampu mengurangi ketimpangan ekonomi serta peningkatan integrasi regional yang kuat.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Whats New
Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada 'Pertek' Tak Ada Keluhan yang Masuk

Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada "Pertek" Tak Ada Keluhan yang Masuk

Whats New
Tidak Ada 'Black Box', KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Tidak Ada "Black Box", KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Whats New
Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Whats New
Gandeng Binawan, RSUP dr Kariadi Tingkatkan Keterampilan Kerja Tenaga Kesehatan

Gandeng Binawan, RSUP dr Kariadi Tingkatkan Keterampilan Kerja Tenaga Kesehatan

Whats New
Stok Beras Pemerintah Capai 1,85 Juta Ton

Stok Beras Pemerintah Capai 1,85 Juta Ton

Whats New
Luncurkan Starlink di Indonesia, Elon Musk Sebut Ada Kemungkinan Investasi Lainnya

Luncurkan Starlink di Indonesia, Elon Musk Sebut Ada Kemungkinan Investasi Lainnya

Whats New
Lahan Kering di RI Besar, Berpotensi Jadi Hutan Tanaman Energi Penghasil Biomassa

Lahan Kering di RI Besar, Berpotensi Jadi Hutan Tanaman Energi Penghasil Biomassa

Whats New
Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Whats New
Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Whats New
IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

Whats New
Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Whats New
Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Whats New
Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Whats New
KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com