Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kadin: Dunia Usaha Terpaksa Kurangi Produksi karena Belanja Masyarakat Turun

Kompas.com - 31/08/2021, 17:26 WIB
Fika Nurul Ulya,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Kamar dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid mengakui dunia usaha belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19.

Dia berujar, banyak pelaku usaha yang terpaksa mengurangi aktivitas produksi karena rendahnya daya beli masyarakat akibat pembatasan mobilitas pada awal Juli 2021. Tidak pandang bulu, penurunan terjadi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun korporasi.

"Saat ini dapat dikatakan bahwa dunia usaha nasional belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan. korporasi hingga skala UMKM dan pengusaha terpaksa mengurangi produksinya karena belanja masyarakat turun akibat mobilitas dibatasi," kata Arsjad dalam Kongres ISEI XXI secara virtual, Selasa (31/8/2021).

Meski mengalami penurunan produksi, Arsjad mengakui pegusaha sepakat bahwa kesehatan adalah prioritas sehingga pembatasan sosial memang harus dilakukan saat virus kembali melonjak.

Baca juga: Ini Jadwal Lengkap Rights Issue BRI

Di sisi lain, roda ekonomi harus berjalan meski dibatasi, mengingat minimnya modal UMKM dan banyaknya pekerja yang menggantungkan hidup lewat pendapatan harian.

"Kami melihat ada segitiga yang utama, yaitu kesehatan, lalu mengenai ekonomi, dan sosial karena ini keterkaitan antara 3 aspek. Di sini Kadin selalu menyuarakan kepada pemerintah bahwa kesehatan sangatlah penting namun roda ekonomi harus berjalan," tuturnya.

Lebih lanjut Arsjad menjelaskan, pengusaha sebetulnya sudah menyiapkan beragam target usaha. Sayangnya, pandemi mengubah rencana tersebut.

Agar ekonomi kembali pulih, Arsjad menilai pemerintah dan pengusaha harus terus berdialog secara intensif, termasuk dalam pengambilan keputusan. Dunia usaha adalah salah satu stakeholder yang perlu diajak berdiskusi selain stakeholder lainnya.

"Jadi ketika dunia usaha kategori ritel, hotel, restoran, kafe, menjerit maka pemerintah juga melakukan ujicoba dan membolehkan buka dengan aturan dan protokol ketat. Tidak lain ini untuk menunjukkan kesehatan adalah yang utama, namun ekonomi juga tidak dapat dikesampingkan," pungkasnya.

Baca juga: Ada Keponakan Luhut hingga Wamen BUMN, Ini Pengurus Kadin Periode 2021-2026

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Laba Emiten BRPT Milik Prajogo Pangestu Merosot, Ini Penyebabnya

Laba Emiten BRPT Milik Prajogo Pangestu Merosot, Ini Penyebabnya

Whats New
Tak Perlu ke Dukcapil, Ini Cara Cetak Kartu Keluarga secara Online

Tak Perlu ke Dukcapil, Ini Cara Cetak Kartu Keluarga secara Online

Earn Smart
Laba Bank Tumbuh Terbatas, Pengamat: Pengaruh Kondisi Ekonomi Secara Umum

Laba Bank Tumbuh Terbatas, Pengamat: Pengaruh Kondisi Ekonomi Secara Umum

Whats New
Jumlah Kunjungan Warga RI ke Singapura Meningkat Gara-gara Konser Taylor Swift

Jumlah Kunjungan Warga RI ke Singapura Meningkat Gara-gara Konser Taylor Swift

Whats New
Pasca Halving Bitcoin, Apa yang Harus Dicermati Investor?

Pasca Halving Bitcoin, Apa yang Harus Dicermati Investor?

Earn Smart
KJRI Cape Town Gelar 'Business Matching' Pengusaha RI dan Afrika Selatan

KJRI Cape Town Gelar "Business Matching" Pengusaha RI dan Afrika Selatan

Whats New
Baru 4 Bulan, Sudah 11 Bank Perekonomian Rakyat yang Tumbang

Baru 4 Bulan, Sudah 11 Bank Perekonomian Rakyat yang Tumbang

Whats New
Maskapai Akui Tak Terdampak Pengurangan Bandara Internasional

Maskapai Akui Tak Terdampak Pengurangan Bandara Internasional

Whats New
Bank BTPN Raup Laba Bersih Rp 544 Miliar per Maret 2024

Bank BTPN Raup Laba Bersih Rp 544 Miliar per Maret 2024

Whats New
Melalui Aplikasi Livin' Merchant, Bank Mandiri Perluas Jangkauan Nasabah UMKM

Melalui Aplikasi Livin' Merchant, Bank Mandiri Perluas Jangkauan Nasabah UMKM

Whats New
Hari Tuna Sedunia, KKP Perluas Jangkauan Pasar Tuna Indonesia

Hari Tuna Sedunia, KKP Perluas Jangkauan Pasar Tuna Indonesia

Whats New
Terima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD, Indonesia Siap Tingkatkan Kolaborasi dan Partisipasi Aktif dalam Tatanan Dunia

Terima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD, Indonesia Siap Tingkatkan Kolaborasi dan Partisipasi Aktif dalam Tatanan Dunia

Whats New
Pasarkan Produk Pangan dan Furnitur, Kemenperin Gandeng Pengusaha Ritel

Pasarkan Produk Pangan dan Furnitur, Kemenperin Gandeng Pengusaha Ritel

Whats New
Punya Manfaat Ganda, Ini Cara Unit Link Menunjang Masa Depan Gen Z

Punya Manfaat Ganda, Ini Cara Unit Link Menunjang Masa Depan Gen Z

BrandzView
Asosiasi Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektrik

Asosiasi Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektrik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com