Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak 6 Tips Menjalankan Bisnis di Era Digital

Kompas.com - 24/04/2024, 22:41 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

Sumber Antara

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, para pelaku bisnis dituntut untuk bisa beradaptasi dengan perubahan tren pasar. Hal ini karena sebagian besar masyarakat sekarang lebih suka berbelanja secara online.

Untuk itu, pelaku bisnis harus memanfaatkan era digitalisasi tersebut untuk mengembangkan bisnis yang dijalani.

Berikut adalah beberapa tips menjalankan bisnis di era digital sebagaimana dilansir dari Antara.

Baca juga: Pelita Air Buka Rute Baru Jakarta-Kendari

1. Buatlah prisensi online yang kuat

Dilansir dari Fortune Indonesia, prisensi online yang kuat memiliki peranan penting dalam memperluas skala pasar.

Dalam hal ini, pelaku usaha bisa memulainya dengan membuat situs web yang respontif, menarik, dan menyediakan informasi lengkap seputar produk maupun layanan jasa.

Tak hanya itu, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk menciptakan hubungan dengan konsumen hingga dijadikan media promosi.

Baca juga: Kementan Jaga Produksi Padi lewat Pompanisasi dan Percepatan Tanam

2. Fokus terhadap pengalaman konsumen

Pengalaman konsumen juga merupakan salah satu kunci bagi kesukesan bisnis di era digital.

Pastikan situs web maupun aplikasi yang digunakan mudah dinavigasi, cepat diproses, serta respontif di berbagai perangkat.

Di sisi lain, pelaku usaha harus pertimbangkan dalam menyediakan opsi pembayaran yang bervariasi serta proses check out yang mudah dan aman.

Dengan memahami kebutuhan dan preferensi konsumen, maka bukan tidak mungkin bisnis yang dijalani di era digital ini akan lebih berkembang.

3. Memanfaatkan analisa data

Sejatinya data merupakan aset terpenting dalam sebuah bisnis digital. Maka dari itu, manfaatkanlah alat analisa seperti Google Analytics untuk memantau perilaku konsumen di situs web, prefensi pembelian, hingga tren pasar.

Melalui pemahaman data tersebut, pelaku usaha bisa membuat sebuah keputusan yang lebih tepat untuk strategi pemasaran, inventarisasi produk, serta pengembangan bisnis.

Baca juga: Penjualan Mobil Listrik Xiaomi Hampir Tembus Target Tahunan

4. Ikut terlibat pada pemasangan digital

Pelaku usaha bisa memanfaatkan bragam strategi pemasaran digital, mulai dari Search Engine Optimization (SEO), Pay Per Click (PPC), hingga pemasaran konten guna meningkatkan visibilitas online.

Bila diperlukan, lakukan eksplorasi opsi pemasaran melalui email dan media sosial untuk menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan para konsumen.

Dengan memfokuskan terhadap pemasaran digital yang efektif, maka pelaku usaha bisa meningkatkan kesadaran brand produk sekaligus menarik lebih banyak prospek.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Whats New
Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Whats New
KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

Whats New
Kejar Target 1 Juta Barrel Minyak, Industri Hulu Migas Hadapi Keterbatasan Rig

Kejar Target 1 Juta Barrel Minyak, Industri Hulu Migas Hadapi Keterbatasan Rig

Whats New
PGN Suplai Gas Bumi untuk Smelter Tembaga Freeport

PGN Suplai Gas Bumi untuk Smelter Tembaga Freeport

Whats New
KKP Kembangkan Jejaring Perbenihan Nasional Ikan Nila

KKP Kembangkan Jejaring Perbenihan Nasional Ikan Nila

Whats New
Kemenhub Evaluasi Pola Pengasuhan di STIP Jakarta

Kemenhub Evaluasi Pola Pengasuhan di STIP Jakarta

Whats New
Konsumsi Rumah Tangga Kembali Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2024

Konsumsi Rumah Tangga Kembali Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2024

Whats New
Frekuensi Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, Waktu Tunggu Lebih Cepat

Frekuensi Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, Waktu Tunggu Lebih Cepat

Whats New
Kepala Bappenas Sebut Pembangunan IKN Capai 80,82 Persen

Kepala Bappenas Sebut Pembangunan IKN Capai 80,82 Persen

Whats New
Simak Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Simak Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Spend Smart
Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Earn Smart
Ada Regulasi Ketransmigrasian Baru, Kemendes Sebut Sebagai Modal Pengembangan Transmigrasi Modern

Ada Regulasi Ketransmigrasian Baru, Kemendes Sebut Sebagai Modal Pengembangan Transmigrasi Modern

Whats New
Bagaimana Rekomendasi IHSG Pekan Ini? Simak Aneka Sentimen yang Memengaruhinya

Bagaimana Rekomendasi IHSG Pekan Ini? Simak Aneka Sentimen yang Memengaruhinya

Whats New
Kepala Bappenas: Selama 10 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Ekonomi Stabil di Angka 5 Persen

Kepala Bappenas: Selama 10 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Ekonomi Stabil di Angka 5 Persen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com