Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pandemi Covid-19, Besaran THR Tetap Mengacu ke Upah Lama

Lewat akun Instagram resminya @kemnaker, Kemenaker menampung berbagai pertanyaan warganet seputar SE Edaran (SE) Menaker terkait THR tersebut. Salah satunya terkait dengan acuan pembayaran THR.

Adanya SE Menaker soal THR membuka peluang perusahaan dan pekerja menyepakati penurunan upah selama pandemi Covid-19. Lantas apakah besaran pembayaran THR harus mengacu kepada upah baru hasil kesepatan kedua pihak tersebut?.

Kemenaker mengatakan, pembayaran THR harus tetap mengacu kepada upah lama.

"Dasar perhitungannya adalah upah sebelum perusahaan melakukan kebijakan penurunan upah. Alasannya, kondisi pandemi Covid-19 ini adalah kondisi khusus yang sifatnya sementara sehingga kesepakatan penurunan upah juga bersifat sementara atau tidak permanen," jelas Kemenaker di akun Instagram resminya, Minggu (17/5/2020).

"Sementara itu, kewajiban pemberian THR telah ada sejak awal perusahaan dimana dasar perhitungannya menggunakan upah yang sudah diperjanjikan sebelum terjadi pandemi," lanjut Kemenaker.

Selain itu Kemenaker juga menjelaskan bahwa SE Menaker soal THR tidak hanya berlaku di daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saja, namun seluruh Indonesia.

Kemenaker menegaskan bagi perusahaan yang mampu tetap harus membayarkan penuh THR pekerja/buruhnya.

"Penahapan atau penundaan pembayaran THR hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang tidak mampu membayar THR 2020 sesuai waktu yang ditentukan dalam perundang-undangan," tulis Kemenaker.

Ukuran ketidakmampuan perusahaan membayar THR harus menunjukkan kondisi laporan keuangan internal perusahaan yang menurun dan merugi kepada perwakilan serikat pekerja/buruh. Syarat lainnya, perjanjian tertulis antara pekerja dengan pengusaha dan dilaporkan kepada Disnaker kabupaten/kota.

Perusahaan pun ditegaskan tidak boleh menghilangkan hak pekerja/buruh untuk mendapatkan THR dan juga tidak mengurangi besaran THR yang seharusnya diterima.

Kemnaker juga mempertegas pengusaha dan pekerja/buruh tidak dapat meniadakan denda keterlambatan pembayaran THR.

https://money.kompas.com/read/2020/05/17/191936226/pandemi-covid-19-besaran-thr-tetap-mengacu-ke-upah-lama

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri PUPR: Pembangunan Jalan Labuan Bajo-Tanamori Sudah 97,26 Persen

Menteri PUPR: Pembangunan Jalan Labuan Bajo-Tanamori Sudah 97,26 Persen

Whats New
Cara Validasi NIK Jadi NPWP secara Online

Cara Validasi NIK Jadi NPWP secara Online

Whats New
Mahfud MD Sebut Revisi UU Perkoperasian Sudah Mendesak

Mahfud MD Sebut Revisi UU Perkoperasian Sudah Mendesak

Whats New
Freeport Buka Lowongan Kerja hingga 7 Februari 2023, Simak Persyaratannya

Freeport Buka Lowongan Kerja hingga 7 Februari 2023, Simak Persyaratannya

Work Smart
Waspada, Ini Daftar Pinjol Ilegal Terbaru yang Dirilis OJK

Waspada, Ini Daftar Pinjol Ilegal Terbaru yang Dirilis OJK

Whats New
Catat Limit Transfer BRI ke Bank Lain via Mobile Banking hingga ATM

Catat Limit Transfer BRI ke Bank Lain via Mobile Banking hingga ATM

Spend Smart
IHSG Sepekan Tumbuh 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.504 Triliun

IHSG Sepekan Tumbuh 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.504 Triliun

Whats New
Kasus Pembobolan Rekening Nasabah BCA, Soal Ganti Rugi hingga Pentingnya Keamanan Data Pribadi

Kasus Pembobolan Rekening Nasabah BCA, Soal Ganti Rugi hingga Pentingnya Keamanan Data Pribadi

Whats New
KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

Whats New
Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Whats New
Terbaru UMR Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan 2023

Terbaru UMR Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan 2023

Work Smart
Gaji UMR Brebes 2023 dan 34 Daerah Lain se-Jateng

Gaji UMR Brebes 2023 dan 34 Daerah Lain se-Jateng

Work Smart
Cara Mendapatkan Diskon Tiket Kereta Api Dosen dan Alumni UGM

Cara Mendapatkan Diskon Tiket Kereta Api Dosen dan Alumni UGM

Spend Smart
Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Whats New
Promo Akhir Pekan Indomaret, Ada Diskon Minyak Goreng hingga Beras

Promo Akhir Pekan Indomaret, Ada Diskon Minyak Goreng hingga Beras

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+