Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Anggaran Subsidi Menurun, Kementan Perketat Penyaluran Pupuk Bersubsidi

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, saat ini pihaknya sedang memperketat penyaluran pupuk bersubsidi.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, saat ini pihaknya sangat berhati-hati dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. Pasalnya, anggaran subsidi tahun ini menurun.

“Ada mekanisme yang sudah ditetapkan. Jadi kami tidak membagikan pupuk subsidi sembarangan. Dinas Pertanian akan memverifikasi data yang ada sehingga menjadi data yang valid,” kata Syahrul, Kamis (11/6/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Mentan sendiri mengatakan itu untuk menanggapi petani di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, yang menyatakan namanya tidak masuk dalam daftar penerima pupuk subsidi.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan, pupuk bersubsidi hanya didistribusikan kepada anggota kelompok tani, yang menyampaikan usulan kebutuhan pupuknya pada aplikasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK), serta diverifikasi Dinas Pertanian setempat.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menjelaskan, RDKK merupakan usulan kebutuhan pupuk yang penyusunannya disesuaikan dengan rekomendasi dosis pemupukan yang berimbang.

Sarwo melanjutkan, Sistem eRDKK dibuat agar kebijakan belanja subsidi lebih tepat sasaran, efisien, dan akuntabel.

“eRDKK harus dibuat seefektif mungkin. Usulan kebutuhan pupuk diajukan sesuai NIK petani, yang entry datanya dilakukan oleh kelompok tani dibantu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) atau Dinas Pertanian,” kata Sarwo.

Nantinya, data e-RDKK akan menjadi dasar penerbitan Kartu Tani oleh bank. Kartu tersebut dapat digunakan untuk menebus pupuk subsidi di kios-kios pengecer.

“Agar petani bisa terus menanam, PPL atau petugas dinas kabupaten harus membantu menginput data,” kata Sarwo.

Meski begitu, Sarwo meminta petani di Sumatera Barat untuk tetap tenang karena ketersediaan pupuk di Sumatera Barat masih cukup banyak.

Sarwo mengatakan, hingga Minggu (7/6/2020), realisasi pupuk subsidi baru mencapai 42,67 persen atau setara dengan 70.339 ton. Padahal, rencana realisasinya sebanyak 164.840 ton.

https://money.kompas.com/read/2020/06/12/211803626/anggaran-subsidi-menurun-kementan-perketat-penyaluran-pupuk-bersubsidi

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Beli Minyakita Pakai KTP Itu Terlalu Ribet'

"Beli Minyakita Pakai KTP Itu Terlalu Ribet"

Whats New
Minyakita Langka, Dewan Minyak Sawit Duga Produsen Sengaja Tidak Produksi

Minyakita Langka, Dewan Minyak Sawit Duga Produsen Sengaja Tidak Produksi

Whats New
Kemenhub: Keberadaan Pilot dan Penumpang Susi Air di Nduga Belum Diketahui Pasti

Kemenhub: Keberadaan Pilot dan Penumpang Susi Air di Nduga Belum Diketahui Pasti

Whats New
Segera Daftar, PT Pegadaian Masih Buka Lowongan Kerja

Segera Daftar, PT Pegadaian Masih Buka Lowongan Kerja

Work Smart
IHSG Diproyeksi Tertekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diproyeksi Tertekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Investor Asing Kembali Catat 'Net Buy', Ini Saham-saham yang Paling Diminati

Investor Asing Kembali Catat "Net Buy", Ini Saham-saham yang Paling Diminati

Earn Smart
Pesawat Susi Air Dibakar KKB, Lapangan Terbang Paro di Nduga Ditutup Sementara

Pesawat Susi Air Dibakar KKB, Lapangan Terbang Paro di Nduga Ditutup Sementara

Whats New
Gaji UMK atau UMR Lamongan 2023 Terbaru

Gaji UMK atau UMR Lamongan 2023 Terbaru

Work Smart
Saldo Kurang Saat Bayar Tol MLFF, Pengendara Diberikan Waktu 2 Jam untuk 'Top Up'

Saldo Kurang Saat Bayar Tol MLFF, Pengendara Diberikan Waktu 2 Jam untuk "Top Up"

Whats New
Info Gaji UMK atau UMR Banyuwangi Tahun 2023 Terbaru

Info Gaji UMK atau UMR Banyuwangi Tahun 2023 Terbaru

Work Smart
Bandingkan Defisit APBN RI dengan Negara Maju, Kemenkeu: Cukup Baik

Bandingkan Defisit APBN RI dengan Negara Maju, Kemenkeu: Cukup Baik

Whats New
Mendag Bikin Aturan: Beli MinyaKita Maksimal 10 Liter, Harus Pakai KTP

Mendag Bikin Aturan: Beli MinyaKita Maksimal 10 Liter, Harus Pakai KTP

Whats New
Pembangunan Dilanjutkan, LRT Jakarta Akan Terhubung ke Manggarai, MRT Bakal sampai Bekasi

Pembangunan Dilanjutkan, LRT Jakarta Akan Terhubung ke Manggarai, MRT Bakal sampai Bekasi

Whats New
Menhub: LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Rampung di September 2024

Menhub: LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Rampung di September 2024

Whats New
3 Strategi Kemenperin Kejar Target Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri Rp 250 Triliun

3 Strategi Kemenperin Kejar Target Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri Rp 250 Triliun

Rilis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+