Murniati Mukhlisin
Praktisi Ekonomi Syariah

Murniati Mukhlisin, Rektor Institut Agama Islam Tazkia/Pendiri Sakinah Finance dan Sobat Syariah

Menakar Kebutuhan SDM untuk Industri Keuangan Syariah

Kompas.com - 06/05/2019, 14:40 WIB
Ilustrasi Fintech thinkstockphotosIlustrasi Fintech

KOMPAS.com - Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan tentang penyelenggaraan pemrosesan transaksi pembayaran. Begitu juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis aturan mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Hal ini menunjukkan bahwa regulator sudah menangkap peluang pasar dengan memagarinya dengan peraturan, walaupun regulasi–regulasi tersebut baru mengatur transaksi konvensional.

Untuk menjawab permasalahan dalam transaksi syariah, Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan Fatwa No: 116/DSN-MUI/IX/20I7 tentang Uang Elektronik Syariah dan Fatwa No. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

Bisnis di bidang jasa keuangan berbasis teknologi (FinTech) masih akan terus tumbuh di Indonesia. Buktinya, sudah ada 53 perusahaan FinTech konvensional dan 1 perusahaan FinTech syariah yang sudah terdaftar di OJK, dan ada 34 perusahaan baru yang masih antri.
Kategori FinTech

Financial Stability Board (FSB) membagi FinTech dalam empat kategori berdasarkan jenis inovasi yaitu pertama, payment, clearing dan settlement seperti Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) hingga BI scrip-less Securities Settlement System (BI-SSSS). Contohnya, Kartuku, Doku, iPaymu, Finnet dan Xendit.

Kedua, e-aggregator, yaitu FinTech yang menggumpulkan dan mengolah data yang bisa dimanfaatkan konsumen untuk membantu pengambilan keputusan. Startup ini memberikan perbandingan produk mulai dari harga, fitur hingga manfaat. Contohnya, Cekaja, Cermati, KreditGogo dan Tunaiku.

Ketiga, manajemen risiko dan investasi yaitu FinTech yang memberikan layanan seperti robo advisor, sebuah perangkat lunak yang memberikan layanan perencanaan keuangan dan platform e-trading dan e-insurance. Contohnya, Bareksa, Cekpremi dan Rajapremi. Keempat, peer to peer lending (P2P), yaitu FinTech yang mempertemukan antara pemberi pinjaman (investor) dengan para pencari pinjaman dalam satu platform.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nantinya para investor akan mendapatkan bunga dari dana yang dipinjamkan, seperti yang dipraktikkan oleh Modalku, Investree, Amartha dan KoinWorks, atau bagi hasil, sewa, margin, imbalan mengikut prinsip syariah seperti yang dilakukan oleh Ammana.

Kebutuhan SDM

Melihat makin bergeliatnya industri yang menggunakan teknologi keuangan ini, maka pusat –pusat pendidikan dan kampus sibuk menyiapkan program yang sesuai mulai dari pengembangan teknis (Kerangka Kualisai Nasional Indonesia/KKNI level 3-5) hingga ke level analis (KKNI level 6).

Selain jurusan FinTech atau teknologi keuangan, banyak bidang kuliah lain yang masih tetap diperlukan. Misalnya menurut Dino Martin, CEO Karir.com, ada lima jurusan kuliah yang alumninya sangat diperlukan di masa yang akan datang seperti desain baik dari desain fashion hingga ke desain web. 

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.