Neraca Perdagangan Defisit, Ini Komentar Sri Mulyani

Kompas.com - 15/05/2019, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 mengalami defisit karena faktor ekspor yang mengalami pelemahan. Di sisi lain, impor bahan baku dan barang modal terus meningkat.

“Kita juga perlu antisipasi terhadap industri yang gunakan itu. Ini akan akan mempengaruhi growth kita ke depan,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Sri Mulyani menjelaskan, situasi ini menggambarkan bahwa kondisi perekonomian dunia tengah bergejolak. Menurut dia, jika Indonesia ingin pertumbuhan ekonominya di atas 5 persen harus mengatasi permasalahan ini.

Baca juga: Defisit Neraca Perdagangan Capai 2,5 Miliar Dollar AS

“Dari sisi pertumbuhannya itu terutama industri manufaktur, itu akan mengalami tekanan cukup dalam. Pertanyaannya adalah apakah sektor lain cukup back up? Dan kalau dari sisi agregat demand-nya, berarti apakah investasi apakah bisa kita jaga? Ini tantangan yang tidak mudah bagi kita,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk sektor migas yang mengalami defisit cukup dalam, lanjut Sri Mulyani dikarenakan karena permintaan dalam negeri yang terus meningkat. Namun, hal tersebut tak dibarengi dengan produksi migas dalam negeri.

“Sementara dari sisi produksi kita, memang kita lihat migas produksinya cukup stagnan. Malah kemarin kita struggle untuk (produksi) minyak. Lifting enggak sesuai asumsi APBN sementara permintaan terus meningkat,” ucap dia.

Baca juga: Ekspor Rendah di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Indonesia Untung?

Sebelumnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, angka defisit neraca perdagangan mencapai 2,5 miliar dollar AS. Sementara pada Maret lalu, neraca perdagangan mencatatkan surplus 0,54 miliar dollar AS.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada April 2019 nilai ekspor tercatat sebesar 12,60 miliar dollar AS, angka tersebut menurun 10,8 persen jika dibandingkan dengan Maret 2019.

Adapun nilai impor April 2019 tercatat sebesar 15,10 miliar dollar AS. Angka tersebut meningkat 12,25 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.