Transaksi Uang Elektronik Melesat saat Ramadhan dan Lebaran

Kompas.com - 13/06/2019, 05:52 WIB
Petugas jalan tol menawarkan kartau uang elektronik di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik  akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya Petugas jalan tol menawarkan kartau uang elektronik di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen Ramadhan dan libur Lebaran 2019 mampu mendongkrak transaksi uang elektronik. Alhasil transaksi non-tunai di perbankan semakin mengalami peningkatan.

Transaksi uang elektronik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (KOMPAS100: BBNI) yakni kartu TapCash misalnya melonjak sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal menjadi 132.060 transaksi per hari.

"Sementara rata-rata transaksi kartu TapCash saat kondisi normal sekitar 101.000 per hari." ungkap Vice President E-Channel Bank BNI Fajar Kusuma Nugraha pada Kontan.co.id, Selasa (11/6/2019).

Baca juga: M-Banking Bermasalah Berdampak pada Top Up Uang Elektronik

BNI akan terus berupaya meningkatkan transaksi TapCash dengan memperbanyak akseptasi transaksi. Saat ini, kartu elektronik ini sudah bisa digunakan di seluruh ruas tol, moda transportasi, parkiran, merchant ritel modern, dan penyeberangan Feri (ASDP).

Fajar bilang, akseptasi diperluas tahun ini di seluruh merchant EDC BNI, seluruh perparkiran baik operator swasta maupun non swasta, Agen46 dalam mendukung cashless society di Bisnis UMKM, Wahana Entertainment dan tempat akseptasi lainnya.

Sampai akhir tahun, BNI menargetkan penjualan kartu TapCash baru bisa mencapai 8 juta. Adapun transaksi ditargetkan mencapai 82 juta transaksi atau meningkat 164 persen dari tahun 2018.

Baca juga: Ada Lebih dari 100 Titik Layanan Uang Elektronik di Jalur Mudik

Sementara PT Bank Central Asia Tbk (KOMPAS100: BBCA) mencatatkan transaksi uang elektronik lewat kartu Flazz meningkat 53 persen selama bulan Ramadan dan libur lebaran 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, transaksi Flazz meningkat tajam karena liburan Lebaran tahun ini pemudik banyak menggunakan transportasi pribadi lantaran jalan tol sudah tersambung.

"Selama libur Lebaran, transaksi harian BCA mencapai tertinggi Rp 32 juta, meningkat 25 persen dari tahun lalu yang hanya Rp 27 juta. Dari transaksi itu yang paling menonjol peningkatannya dari kartu Flazz." jelas Jahja.

Baca juga: Penggunaan Uang Elektronik Melonjak 77,6 Persen

Lalu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (KOMPA100: BMRI) mencatatkan pertumbuhan volume transaksi e-Money 7-10 persen selama periode liburan Lebaran dibandingkan tahun lalu. Sementara sepanjang Januari-Mei 2019, bank pelat merah ini telah mencatatkan volume transaksi uang elektronik sebesar Rp 6,2 triliun.

Untuk terus meningkatkan transaksi e-Money tahun ini, SEVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, pihaknya akan terus memperluas akseptansi transaksi di jalur Pariwisata & Pendidikan, serta meningkatkan penjualan kartu e-Money melaui Penjualan di beberapa toko online.

Hingga akhir tahun, Bank Mandiri menargetkan volume transaksi e-Money Bank Mandiri bisa mencapai Rp 14 triliun- Rp15 triliun.

Untuk sarana Top Up sendiri, Bank Mandiri juga memperkenalkan terobosan terbaru yaitu Top Up eMoney melalui beberapa toko online seperti Tokopedia, Bukalapak dan Shopee," kata Thomas. (Dina Mirayanti Hutauruk)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Transaksi uang elektronik melesat saat Ramadan dan Lebaran

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X