Bicarakan Keuangan dengan Pasangan Tanpa Bertengkar, Ini 4 Caranya

Kompas.com - 21/06/2019, 09:24 WIB
Pasangan yang berkonflik fizkesPasangan yang berkonflik

NEW YORK, KOMPAS.com - Membicarakan masalah keuangan, termasuk dengan pasangan, kerap dipandang sulit untuk dilakukan. Bahkan, para psikolog mengungkapkan, orang cenderung pilih berbicara tentang topik apapun selain uang.

Dilansir dari The Balance, Jumat (21/6/2019), sebuah studi pernah mengestimasikan bahwa isu keuangan mendorong 90 persen kasus perceraian. Namun, sebenarnya Anda bisa dengan nyaman membicarakan keuangan dengan pasangan Anda.

Baca juga: Simak Tips Atur Uang Bersama Pasangan

Jean Chatzky, penulis buku Talking Money, memberikan sejumlah tips agar Anda sukses membicarakan keuangan dengan pasangan tanpa bertengkar. Berikut ini uraiannya.

1. Pilih waktu yang netral

Jangan membicarakan masalah keuangan apabila pasangan Anda misalnya sedang mengalami masalah keuangan, sepertu kartu kredit, utang, atau isu finansial lainnya. Tujuannya adalah agar Anda dan pasangan dapat berdiskusi dalam suasana yang tenang dan santai.

2. Saling mendengarkan dan memberi opini

Jangan segan untuk lebih dahulu mengutarakan opini Anda tentang satu topik keuangan dan ini akan mendorong pasangan melakukan hal yang sama. Jika hubungan Anda dan pasangan adalah prioritas utama, kata Chatzky, maka Anda berdua pasti bersedia untuk negosiasi.

"Bagikan perasaan, pengalaman, dan harapan Anda tentang uang. Diskusikan bagaimana orang tua Anda menangani masalah finansial, apa artinya itu bagi Anda saat dewasa, dan bagaimana mengurus keuangan dalam hubungan-hubungan terdahulu," jelas Chatzky.

Baca juga: 6 Saran Keuangan yang Wajib Diperhatikan Anda dan Pasangan

3. Ketahui posisi Anda

Jujurlah pada diri sendiri tentang perasaan Anda. Semisal bila Anda selalu menjadi pribadi yang mandiri, akan aneh rasanya ketika kondisi finansial Anda terbagi dengan pasangan, atau pasangan mengurus tagihan-tagihan.

Apabila Anda memiliki aset lebih banyak dibanding pasangan, Anda barangkali cemas terkait kepemilikannya. Atau Anda bisa saja kesal dengan perilaku keuangan pasangan Anda.

"Anda harus jujur pada diri sendiri tentang perasaan-perasaan itu, dan jujurlah pula pada pasangan Anda," tutur Chatzky.

4. Undang pihak ketiga

Apabila Anda masih juga tidak nyaman membicarakan keuangan dengan pasangan, maka Anda bisa mengundang pihak ketiga. Perencana keuangan, psikolog, atau konselor pernikahan bisa membantu memecahkan masalah Anda.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X