Sejak Februari 2019, Upah Riil Buruh Tani Terus Turun

Kompas.com - 15/07/2019, 19:00 WIB
Ilustrasi petani beras di Indonesia ShutterstockIlustrasi petani beras di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan upah harian buruh tani nasional pada Juni 2019 naik 0,18 persen dibanding upah buruh tani Mei 2019, yaitu dari Rp 54.056 per hari menjadi Rp 54.152 per hari.

Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,39 persen, dari Rp 38.154 per hari menjadi Rp 38.004 per hari. Data BPS menunjukkan, penurunan upah buruh tani harian ini terjadi secara berturut-turut sejak Februari 2019.

"Rata-rata upah nominal buruh tani pada Juni 2019 naik sebesar 0,18 persen dibanding upah buruh tani Mei 2019 yaitu Rp 54.056 per hari menjadi Rp 54.152 per hari. Sementara upah riil turun sebesar 0,39 persen dibadning Mei 2019, yaitu dari Rp 38.154 per hari jadi Rp 38.004 per hari," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Nilai Tukar Petani Turun 0,28 Persen Juni 2019

Adapun jika dirinci dari Februari hingga  Mei 2019, pergerakan upah buruh riil secara berturut-turut adalah Rp 38.622 per hari, Rp 38.561, Rp 38.305 dan Rp 38.154 per hari.

Sebagai infromasi, upah nominal buruh atau pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan, sedangkan upah riil buruh menggambarkan daya beli dari pendapatan yang diterima oleh pekerja.

Upah riil buruh tani merupakan perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga pedesaan. Adapun upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.

Baca juga: Antisipasi Kemarau, Kementan Dorong Petani Manfaatkan Program Asuransi

Untuk upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juni 2019, BPS melaporkan terdapat peningkatan sebesar 0,05 persen jika dibandingkan dengan Mei 2019, dari Rp 88.664 per hari menjadi Rp 88.708 per hari

Sementara, untuk upah riil buruh bangunan pada Juni 2019 turun sebesar 0,5 persen jika dibanding Mei 2019, yaitu dari Rp 64.530 menjadi Rp 64.207.

Rata-rata upah nominal Juni 2019, dibanding Mei 2019mengalami kenaikan sebesar 0,009 persen, yaitu dari Rp 27.665 menjadi Rp 27.690. Adapun upah riil pada Juni 2019 dibanding Mei 2019 turun sebesar 0,46 yaitu dari Rp 20.135 per kepala menjadi Rp 20.042 per kepala.

Adapun untuk rata-rata upah nominal Juni 2019 jika dibandingkan Mei 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,91 persen yaitu dari Rp 409.543 per bulan menjadi Rp 413.270 per bulan dengan upah riil naik 0,35 persen dari Rp 298.066 menjadi Rp 299.124.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

Smartpreneur
November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X