Uber Merugi Rp 72,9 Triliun di Kuartal II 2019, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 12/09/2019, 14:24 WIB
Uber PHK karyawannya. SHUTTERSTOCKUber PHK karyawannya.

Baca juga: Kedua Kalinya di Tahun Ini, Uber Kembali PHK Masal Karyawannya

2. Komisi mitra mengemudi: 299 juta dollar AS

Uber juga menghabiskan banyak pengeluaran untuk komisi mitra pengemudi yang terhubung ke IPO-nya.

Pada kuartal II 2019, Uber telah menghabiskan biaya 299 juta dollar AS untuk komisi mitra pengemudinya.

CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan, biaya itu layak untuk mempertahankan pengemudi dan bakatnya.

"IPO untuk kami adalah momen sekali seumur hidup dan momen yang sangat penting bagi perusahaan. Hampir 300 juta dollar AS kami berikan sebagai reward bagi pengemudi global. Menurut kami ini benar-benar penting untuk kami lakukan. Asal tahu saja, sebenarnya ini sangat sehat bagi perusahaan," jelas Khosrowshahi.

Baca juga: Uber PHK Sepertiga Karyawan Pemasarannya

3. Penelitian dan Pengembangan: 3,06 miliar dollar AS

Penelitian dan pengembangan adalah biaya operasi terbesar Uber dalam laporan laba rugi perusahaan.

Namun, 2,6 miliar dollar AS dari 3,1 miliar dollar AS datang dari bentuk kompensasi berbasis saham dan angkanya menggelembung karena IPO bulan Mei.

Meski demikian, dana sisanya telah Uber investasikan dalam R&D antara Advanced Technologies Group, yang mengembangkan mobil self-driving di Pittsburgh, Toronto, dan San Francisco serta New Mobility, yang meluncurkan sepeda motor dan menambahkan opsi moda lain di aplikasi Uber.

4. Biaya umum dan administrasi: 1,6 miliar dollar AS

Pengeluaran umum dan administrasi Uber meliputi penyewaaan ruang kantor di seluruh dunia, penasihat hukum, dan sumber daya manusia.

Seperti halnya biaya penelitian dan pengembangan, biaya administrasi juga meningkat berkat efek IPO pada kompensasi berbasis saham.

Baca juga: Tiga Bulan Pertama 2019, Uber Rugi hingga Rp 14 Triliun

5. Pemasaran dan penjualan: 1,2 miliar dollar AS

Mungkin tidak mengherankan, Uber menghabiskan banyak biaya untuk pemasarannya. Meski menghentikan 400 karyawan dari Departemen Pemasarannya Juli lalu, perusahaan mengatakan jumlah dana tidak akan turun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X